Posts

Bukan Negeri Sampah

Sampah adalah masalah yang tidak pernah selesai di semua negara di dunia, modernisasi kehidupan rupanya berimbas pada sikap ketidakramahan kita terhadap lingkungan, klo jaman raja2 dulu, sampahnya cuma daun daunan, sisa buah2an paling banter guci2 tanah liat sedangkan sekarang plastik, metal, stereofoam semakin merusak dan menyesakkan kondisi tanah.Belum ditambah rongsokan dari mesin elektronik maupun rongsokan mesin motor dari jaman baheula.

Berapa banyak barang elektronik/motor import yang berakhir sebagai sampah di negara ini? berapa banyak benda yang menjadi komoditas ekspor negara maju dipromosikan, dijual, dipakai dan akhirnya menjadi beban sampah di negara berkembang??? Ingat loh peniti aja kita masih ngimpor dari Cina kok!!!

SIkap asal bar ber yang jadi kebiasaan kita membuang sampah adalah faktor utama penyebab alam menjadi semakin tidak ramah kepada kita, terutama banjir yang ngga pernah lagi liat tempat, ntah tu dikuburan, perempatan sampe perumahan elite.

Sebetulnya lokalisasi TPA sampah dapat menjadi alternatif pengurangan dampak ketidaknyamanan kota dengan menghibahkan sampah mereka kepada daerah2, namun tentu saja hal ini sama saja ibarat memindahkan bangkai dari satu tempat ke tempat lain bukan menguburnya. Ketika nanti lokasi TPA sudah tidak cukup menampung kuota sampah tentu akan mencari tempat lain lagi untuk dijadikan TPA berikutnya.Padahal tanah yang telah digunakan sebagai TPA akan sulit memperoleh kesuburannya lagi, karena selain kandungan zat2 berbahaya yang mungkin terendap sekian lama juga karena banyaknya sampah yang tidak mampu diuraikan oleh tanah. Klo sudah begini siap siaplah kita meninggalkan ungkapan "gemah ripah loh jinawi"

Memang pada akhirnya sampah tersebut menjadi mata pencaharian pemulung2 yang mengais sisa rezeki dari barang2 tersebut namun nilai ekonomi keuntungan tersebut tidak sebanding dengan nilai kerusakan yang ditimbulkan sampah baik untuk kesehatan alam maupun manusianya. Toh pemulung cuma akan mengambil sampah yang sekiranya masih bisa mereka jual, masih bisa mereka pikul dan itu hanya sebagian kecil dari berton ton sampah yang dibuang setiap harinya

Pemberdayaan sampah melalui program Reuse Reduce Recyce menurutku merupakan program jempolan yang dilakukan baik secara individu maupun kolektif untuk memberdayakan dan mengubah suatu produk menjadi renewable, dan berbasis kreatifitas, meskipun diakui mereka terlihat seolah berjalan sendiri sendiri. Kita tidak mungkin berharap terlalu banyak pada kemampuan mereka mengolah sampah menjadi barang2 yang nyeni, karena kemampuan merekapun terbatas baik dari segi jenis sampah yang bisa diolah, kemampuan produksi, fasilitas permodalan dan promosi.

Sayang pemerintah belum melihat ini sebagai sebuah peluang untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus pengurangan sampah yang lebih terpadu, seharusnya pemerintah mau melihat persoalan sampah ini bukan hanya dimana kita akan membuangnya??dan sampahnya mau kita apakan klo dah ga bisa diapa2in???

Jika kita menarik ke hulu, negara dengan penduduk lebih dari 200juta jiwa adalah pasar yang sangat potensial untuk berbagai produk teknologi dari negara lain, penetrasi kendaraan bermotor dan barang2 elektronik yang masuk ke pasar Indonesia tentu bukan hal yang kecil, para vendor dari luar negeri dapat secara mudah menjual barang2 mereka kepada masyarakat lokal namun mereka tidak ambil pusing dengan masa depan produk mereka jika sudah memasuki masa kepunahan.

Pemerintah kita bisa saja menerapkan sistem kontrak yang mengharuskan para produsen alat2 elektronik dan motor tersebut memberdayakan produk2 usang mereka yang masih tertinggal di masyarakat

Pilihan pertama bisa saja seekstrim penarikan pecahan mata uang lama dan menggantinya dengan pecahan mata uang baru, tidak harus mengganti produk lama dengan baru dengan sistem tukar 1:1 tapi bisa juga dilakukan dengan nilai tawar yang jauh lebih rendah. Mereka bisa mengolah sendiri produk usang mereka sampai benar2 hancur dan tidak berbahaya lagi bagi lingkungan/menjual kembali ke negara lain sampah2 itu hehehehe. Prinsipnya mereka harus mau bertanggung jawab terhadap produk mereka bukan hanya dalam masa garansi tapi juga tanggung jawab terhadap masalah ekologi yang mungkin timbul akibat pencemaran produk2 mereka

Pilihan kedua mereka menyediakan fasilitas reuse, reduce recycling terhadap produk2 usang mereka biar ngga jadi sampah tidak terpakai, bisa saja mereka mendirikan pabrik mesin giling padi yang dibuat dari produk mesin motor usang. Atau mereka diharuskan melakukan partnership dan fasilitasi terhadap lembaga2 masyarakat atau individu yang melakukan pembuatan,pengolahan,pengembangan produk berbasis reuse reduce dan recycle

Nah klo sudah begitu kan asik, enak aja klo sampah jadi tanggungan warga dan pemerintah aja, sementara bakul2 itu ga ikutan mikirin negara kita jadi negeri sampah, lebih enak kalo sampah ga cuma jadi masalah kita bersama bangsa Indonesia tapi masalah kita semua yang hidup dari tanah air Indonesia, tapi kira2 kapan yah????nunggu aku jadi presiden aja x yah?????wakakakakakakakak

Memble

Negara ini memang negara hukum, tapi buat apa sih negara kita menjadi negara hukum? bangga? apakah kita menjadi sebuah negara hukum hanya karena memiliki puluhanan produk hukum yang dirilis setiap tahun?? Boro2 mau dilaksanakan sudah banyak di-JR duluan, yang udah fix pun cuma memble klo dah ketemu sama congor2 pengacara

Gimana mau disebut negara hukum, klo dikit2 hukum yang digunakan adalah hukum rimba, nyenggol dikit kena sangkur, maling ketangkep pasti ancur, ngikut demo pasti tawur.

Ngapain juga kita harus repot2 memenjarakan orang klo ruang penjara kita saja tidak cukup untuk menampung jumlah narapidana yang begitu banyaknya? ngapain juga kita ngasih makan gratis para koruptor di penjara sedangkan rakyat yang dipinggir jalan mati kelaparan???

Sedang mereka yang masih berkeliaran di luar tidak malu2 membeli "aurat" para penegak hukum, yup penegak hukum kita juga banyak yang genit bahkan sengaja menjajakan aurat mereka dengan mengancam orang2 demi segepok uang. Ngga dari awal, tengah sampai akhir klo warga sudah berurusan dengan yang namanya penegak hukum minimal dapet tilang2 ngga jelas, uang pelicin, pelancar, uang bantuan, uang jalan belakang, macem2 lah

Mulai dari yang mau daftar jadi polisi, yang mau ngurus SIM, yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum, yang ditahan di polsek, yang baru mau masuk penjara, yang baru saja masuk penjara, yang mbesuk orang di penjara, sampai yang mau ngurus surat kehilangan saja masih diminta duit seikhlasnya, (Penegak hukum = Pengemis????)

Tambah napi tambah royalti, yang kere dilarang masuk penjara, siap masuk siap tambah kere, klo kata penjaga lapas bilang mau gimana lagi??tiap hari orang masuk yang lulus dikit, alokasi dana lapas ngga setimpal dengan jumlah napi yang ada, terpaksa mesum deh otaknya

Ada lagi kasus2 njomplang dimana para penegak hukum ikutan nyeleb di tivi, coba kalo abis nangkep artis, bikin sensasi, prosesnya pasti di lama2in, yang udah pasti masih dibilang perlu pendalaman, perlu bukti fisik, saksi, azas praduga tak bersalah, bukti otentik, pembuktian ilmiah, komentar ahli, dan bla bla bla, klo bikin kasus konyol terus dapet reaksi keras dari rakyat Kapolrinya langsung ngumpet entah kemana, sedangkan kalo nemu orang yang baru terduga (istilah baru buat calon target) teroris langsung dibrondong, Kapolri kita langsung pasang wajah ganteng...

"ane ga da urusan dia keponakan Amrozi kek, cuma orang numpang mandi kek, lagi nyari utangan kek, klo da di TKP siap2 aje ane brondong pake AK47"

Mungkin ini cara halus biar penjara ngga terlalu penuh x yah??? lagian klo dah mati ngga ada urusan dia/pengacara bakal complain

"ane bukan teroris gan, ane lagi bawain pesenan mie ayam buat mereka gan"

Halah mbuh lah yang pasti

Napi koruptor bak investor, maling kolor kudu setor, kayak teroris langsung di dor


Sejarah kecil

Melihat anak - anak kecil merokok sebenarnya ikut prihatin juga, karena selain rokok bukanlah barang konsumsi anak anak (seharusnya termasuk bukan konsumsi manusia juga sih), pengkonsumsian rokok di usia dini akan berpengaruh pada ketahanan tubuh dan psikologis si anak. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Kak Seto turut mengelus dada atas kondisi ini. Konsumsi rokok pada anak bisa diakibatkan karena peranan lingkungan, dan kurangnya perhatian dari orang tua, sehingga anak mendapatkan pengalaman yang tidak sesuai dengan usianya dan bersifat destruktif.

Kecil - kecil sudah merokok, klo besar mau jadi apa???

Wkwkwkwkwk.............

Kalo pertanyaan ini ditujukan ke aku, jawabannya jelas JADILAH AKU wkwkwkwkwkwk

Yup berbicara tentang pengalaman merokok yang sudah lama aku tutup rapat2 bersama sodaraku dulu, baru aku inget asal mula kenapa dulu bisa menjadi salah satu pelopor balita perokok.

Awal mula aku akrab dengan rokok dimulai pada sekitar penghujung kelas 6 SD, karena waktu itu ibuku almarhum sudah meninggal, sementara ibuku yang sekarang masih memproses kepindahan dari BPK Jakarta ke BPK Jogja. Bapak juga ikutan sibuk nyari2 calon barter buat tukar posisi antar guru PNS dari DIY yang mau pindah ke Jateng.

Alkisah ada temenku yang lumayan tajir, klo SD uang sakuku paling banter 500 perak dia tiap hari bawa duit cemban, tentu saja duit yang turah turah ini akhirnya dijadikan dana eksperimen rasa rokok, setiap hari kami dan beberapa temen lain muter - muter ke warung yang agak jauh dari rumah, beli berbagai jenis rokok, dari rokok filter, kretek, sampe yang bungkusan plastik yaitu Rokok BangJo (Rp 25 per bungkus) Rokok2 itu kami nikmatin di trebis (pekarangan di tepian sawah) dan karena beli rokoknya macem2 aneka rasa dan warna praktis ndak pernah habis, jadi deh di sedekahkan buat petani2 yang ada di sawah. Setelah keluargaku pindah ke jogja secara estafet, dan aku yang jadi penghuni terakhir di cilacap mulailah aku terbiasa dengan ngrokok, mabok dan nyimeng.

Lha nek gitu kelas 6 SD kan ga bisa disebut balita????

Hehehehe emang bukan cerita itu yang jadi awal kenalanku sama rokok, tapi berawal dari jaman TK!!!

Seperti jam2 anak TK yang cuma sekolah sampe jam 9, aku dan Aah(Sodaraku) cuma bisa bermain main sendiri, bapak, ibuku dan bude ngajar SD, pak deku bekerja di kelurahan, sementara simbahku setiap selasa dan jumat pagi ikut pengajian di salah satu pondok di desa sebelah.

Entah dari mana idenya, aku dan aah akhirnya sepakat untuk nyoba2 ngerasain merokok seperti kelakuan bujang2 tanggung di sekitar rumah, karena tidak mungkin kami membeli rokok di warung (terpaksa nabung beberapa hari, pasti ditanyain sama bakulnya) ya jadinya nyari puntung rokok yang masih puanjaaaang di sekitar lapangan PJKA.

Sebenarnya tidak ada alasan buat main ke lapangan pagi2 gitu, ndak wajar lah bayi kok main2 sendiri di lapangan, untuk keperluan alibi aku dan aah pura2 mengunjungi rumah Mbah Biyung (simbahnya aah), dan disengajakan lewat lapangan dibanding lewat kampung yang lebih adem, sejuk, ndak kepanasan....

Karena memang sebagai alibi main di rumah Mbah Biyung cuma bentar yang pasti setiap sampai dilapangan aku dan aah akan berakting sedang bermain2, nyari sisa2 bungkus jajanan yang masih bagus padahal lagi ngulik x aja ada puntung rokok yang panjang

Sesampai di TKP (rumah Aah) kami bergegas masuk ke rumah, untuk mengamankan keadaan maka

- mengunci semua pintu dan jendela, termasuk gorden2 biar terkesan rumah sepi
- masuk ke ruang tengah, mengunci pintu masuk dari ruang tamu ke ruang tengah
- masuk ke dalam kamar dan memastikan tidak ada orang yang bisa mengintip kondisi dalam kamar


Mungkin karena saking takutnya ketahuan, biarpun sudah ngunci semua pintu tetep harus:

- Bersembunyi di belakang lemari, berdiri bersebelahan dan mulai menyalakan rokok

Dulunya sempet bersembunyi di bawah kolong tempat tidur tapi coz kotor dengan sarang laba2 yah masih enak di belakang lemari hehehehe

Nah sekarang udah pada tau to apa jadinya kalo anak dari kecil sudah merokok, maka gedenya kuliahe ra lulus2, nabung kangelan, dan tentu saja dah tau rokok tu ga sehat, meracuni janin, bikin tidak perjaka impoten, penyakiten tetep wae NDABLEGGGGGG

Gak nyangka klo sekarang banyak balita yang juga mengikuti jejak kami, mungkin dulunya Aku dan Aah sempet jadi juara Kontes Tarkam Balita Gendeng kali yah????

OH MY GODDDDDDD!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

24 tahun

Hari ini kontrak 24 tahun ku dengan Tuhan telah selesai, dan itu artinya aku harus terus menyelesaikan sisa kontrakanku di dunia ini, apa yang sudah, baru dan akan tercapai akupun tak tahu, yang pasti 24 tahun sudah kulewati dengan dan tanpa arti, tapi apapun yang terjadi nanti aku berharap semua itu akan membukakan pintu hati yang selama ini masih terkunci

Buat temen2 lain yang juga merayakan ultah di bulan juni selamat ulang tahun buat kita semua semoga tahun depan di beri keberkahan dan keselamatan

Amin





Rezeki itu selalu ada

Ungkapan tidak sehat yang mungkin sering kita dengar adalah "Nyari yang haram aja susah apalagi yang halal??". Wajar ketika manusia mulai berkeluh kesah tentang kehidupannya, maka muncul niatan2 untuk melakukan kecurangan2 dalam usahanya, entah dalam bentuk melakukan kecurangan timbangan atau menggunakan waktu kerjanya untuk bermain2.

Beberapa bentuk kecurangan itu kadang hanya bersifat merugikan dalam ukuran materi namun ada juga yang sampai merugikan dalam ukuran yang tidak bisa dihitung dengan finansial. Kesempatan untuk berlaku curang memang selalu terbuka lebar apalagi dalam kondisi dimana tidak ada aturan2 yang ketat yang mampu menekan tindak kecurangan ini.

Sebutlah dari yang terkecil seperti pengurangan timbangan, korupsi waktu, terus membesar sampai kasus uang palsu, penipuan berkedok arisan, gendam dll, karena sistem pengawasan hukum kita kurang baik maka kasus ini semakin terbiasa terjadi di lingkungan kita.

Namun yang paling parah tentu tindak kecurangan yang memiliki kemungkinan menghilangkan nyawa orang, lihat saja berita gas meleduk yang ga pernah absen tiap hari di pemberitaan, meskipun pertamina sudah menjamin akan memberikan ganti rugi pada konsumen gas dengan call centre 500000 tetap saja masih banyak pengguna gas yang harus kehilangan waktu, harta dan nyawa karena kasus ini.

Meski mungkin saja dari pihak pertamina sudah melakukan quality control yang ketat namun klo orang2 kita masih hobby nginfus gas dari tabung 3 Kg ke 12 Kg tetep aja masyarakat yang jadi korbannya. Adalagi orang yang hobby memalsukan miras, malsu pil koplo, jal kalo udah gini pasal yang dikenakan ke pelaku apaan tuh??? peredaran minuman keras/narkoba apa penipuan terhadap konsumen (barang haram)???

Apakah pola pikir masyarakat kita begitu rusaknya sehingga dengan kesadaran penuhnya tetap melakukan kecurangan yang memiliki potensi besar menghilangkan nyawa orang?? bukankah dengan mencurangi timbangan, mbajak VCD porno, malsu duit sudah dijamin oleh ulama2 kita bakal dimasukin ke neraka? kenapa juga masih bela2in nyeret nyawa orang???

Meskipun dalam realita sekitar kita masih banyak orang, mungkin juga kita mengenal orang2 yang melakukan seperti itu ternyata masih banyak rezeki halal yang sebenernya selalu disediakan untuk kita.

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang menghubungiku untuk ikut bisnis yang aku jalankan, dia meyakinkan aku klo dia sudah melakukan transfer ke rekeningku sebagai ganti modal untuk bisnis yang akan dijalankan, sayangnya satu2nya yang tersisa dari rekeningku cuma kartu ATM, sedangkan buku tabungan sudah raib entah kemana, jadi aku nggak bisa mengecek ada tidaknya bukti transfer. Ternyata setelah aku cek saldo ATMku tidak menunjukkan adanya peningkatan, tadinya aku berprasangka baik saja mungkin ada sesuatu hal yang membuat orang tersebut ngga jadi transfer, dia meminta aku buat ketemu di rumahnya tapi setelah tanya2 orang sekitar tidak ada orang dengan nama tersebut dan nomer hapenya ga aktif.

Sialnya waktu itu kondisi keuanganku lagi kepepet, ditambah pelanggan yang kabur bawa modal, saldo ATM sudah tidak memungkinkan untuk ditarik, tapi entah kenapa aku merasa pengen ngecek ATM, dan setelah kucek Alhamdulillah saldo ATMku bertambah, meskipun tak sebanyak modal yang hilang minimal uang itu bisa aku tarik untuk sisa bulan.

Hampir sebulan ini aku menjalankan bisnis yang baru, dilihat dari omset harian rasanya belum mencukupi untuk sekedar menutup modal dan menggaji karyawan, tapi yang aku heran meskipun omset dan transaksiku tidak seberapa, selalu ada sisa uang yang tidak pernah masuk dalam hitung2an, baik dari modal awal yang di stok pagi, sisa belanja maupun keuntungan penjualan. Klo dipikir2 dari anggaran dan pemasukan uang itu seharusnya tidak ada, tapi entah kenapa setiap hari selalu ada uang ajaib yang tersisa dari perhitunganku.

Karyawanku sendiri selalu angkat bahu klo aku tanya dari mana asal muasal duit ini? mungkin saja ada kembalian yang lupa dikasihkan sama pembeli. Tapi dia cuma menggeleng, dan belum pernah ada pelanggan yang balik lagi buat nanyain uang2 itu.

Pada akhirnya aku berkesimpulan klo uang itu adalah uang rahmat/uang barokah/uang titipan dari Allah, rezeki yang sengaja Allah perlihatkan padaku, supaya aku tidak berkecil hati dengan bisnis yang baru aku rintis, biar tetap semangat dan terus bersyukur. Dan percaya klo rezeki halal itu ada!

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." QS. Az Zukhruf : 32

Mitos Makanan Ekstrem dan Gairah Seks

Jaman kecil dulu pernah denger klo orang makan sate kuda dipercaya bisa menambah vitalitas. Seumur berjalannya waktu aku mulai memahami vitalitas yang dimaksud ternyata berhubungan dengan kejantanan seorang laki2 dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami. Aku cuma manggut2 aja klo ada orang tua yang cerita dahsyatnya efek makan sate kuda.

Tapi semakin hari semakin banyak pula jenis2 makanan lain yang katanya, dipercaya meningkatkan gairah seks, misalnya Ular Kobra, Bekicot, Trenggiling, daging landak, tangkur buaya, Tokek, kucing, otak monyet, sate torpedo, telor yg hampir netas, de es be. Lama kelamaan aku mulai heran, kenapa orang selalu mengaitkan makanan yang tergolong jarang dikonsumsi sehari2, aneh bin njijiki dengan peningkatan gairah seks??? Padahal Nabi saja melarang umatnya memakan makanan yang menjijikkan, tapi kok yo okeh sik bablas wae??

Makin hari aku semakin menganggap klo semua itu adalah mitos, meskipun aku sendiri belum pernah menjajal kekuatannya wekekekek. Mungkin memang beberapa makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi/ apa kek yang memang bisa meningkatkan libido orang yang memakannya. Dari banyaknya makanan aneh yang dikonsumsi demi kepercayaan seks itu aku menemukan persamaan mengapa orang mengaitkan makanan yang cukup ekstrem itu dengan mitos gairah seks.

Bukan hal yang aneh ketika seorang laki2 di ukur dari sisi kejantanannya, sisi kekuatan, baik kekuatan untuk melakukan pekerjaan fisik sampai kekuatan untuk menyenangkan wanita, dan seorang laki2 cenderung merasa jantan jika melakukan sesuatu yang menunjukkan kejantannya.

Katakanlah otak monyet, torpedo kambing, klo dipikir2 siapa sih yang mau makan otak monyet??? mendengarnya saja mungkin kita sudah jijik? tetapi naluri kejantanan laki2 biasanya lebih tertantang untuk berani memakan otak monyet hanya karena alasan percaya mitos otak monyet dengan pembangkit gairah, sebenarnya klo menurutku kemauan laki2 mengkonsumsi makanan ekstrim adalah karena keinginannya untuk mendapat pengakuan sebagai seorang yang jantan, yang berani, yang gagah perkasa dan dengan demikian asumsinya adalah seorang yang gagah perkasa dan berani di lingkungannya akan berimbas pada kepercayaan dirinya di tempat tidur.

Nggak heran klo warung yang menyediakan menu ekstrem selalu diburu para pencari gairah seks karena mereka menganggap kehebatan mereka mau mengkonsumsi makanan aneh akan mempengaruhi kehebatan mereka di atas ranjang. Lha nek masalah bener engganya sih ngga urusan tapi yang pasti citra dari masakan ekstrem = gairah seks sudah cukup untuk menambah semangat orang2 yang memang mempercayai khasiatnya. Menurutku sih ngga ada bedanya klo gitu, cukup kita percaya makan nasi 3 bakul sehari bisa meningkatkan gairah seks beres dah, lha klo sehari ga makan boro2 bisa bergairah, bangun aja dah letoy.

Lagian meskipun jika penelitian ilmiah nanti membuktikan ada korelasi antara makanan ekstrim dengan gairah seks, unsur psikologis para penikmatnya saja lah yang lebih dominan membawa kepuasan seks mereka. Mungkin suatu saat akan muncul makanan ekstrim jenis baru yang bakal laris diburu para pencari gairah seks, coba klo besok aku bikin menu makanan ekstrim Sendal Goreng, kira2 laku apa nggak yah???

Suerr.... Ini bukan posting tentang Ariel

Ketika teknologi dan gaya hidup menyerbu kita, kita sering mengalami apa yang disebut temenku teknogrogi, yaitu ketidakmampuan kita mengimbangi perubahan. Ketidak mampuan itu bisa berupa gaptek, atau juga malah kebablasan. Klo beberapa tahun kemaren pulang ke kampung orang disana masih gaptek sama yang namanya Mp3 player, pegang hape blutuk aja gumun, sekarang malah kebalik, jangankan Internetan, FB, blutut, video2 syur bikinan sutradara kampung pun dengan mudah bertebaran via blutut. Heran juga dengan perubahan remaja2 kampung jaman sekarang klo jamanku SMP saja penyakit kulit macem panu, korengen, ketombenan masih jadi trendsetter, anak sekarang justru tampil layaknya artis2 ibukota yang nyasar di kampung. Giliran diajak ngomongin teknologi yang agak teknis sinyalnya langsung ilang, Jan Hueeeebaaattt tenaaannn

Food, Fashion dan Fun, tiga jenis perubahan inilah yang paling banyak terasa dari kehidupan gaul anak muda kita. Dari lebih suka mengkonsumsi junkfud (gapapa makan junk yang penting bahasanya import), style fashion yang uptodate, n terakhir Yang penting happy

Perubahan ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan informasi dan komunikasi yang hampir ada di semua lini, dan buat aku aktor utama perkembangan informasi ini masih tetap ada di pertelevisian kita. Meskipun pengguna ponsel, facebook maupun internet semakin hari semakin meningkat namun tidak menggantikan peran televisi sebagai media utama di negeri ini. Forum2 Internet semacam kaskus, maupun situs pemberitaan Detik, Okezone, Vivanews memang menjadi tempat yang sangat dinamis untuk berita2 terhangat tapi cakupan ketersediaan aksesnya belum mampu untuk mengalahkan kemampuan televisi dalam menyebarkan informasi tersebut ke masyarakat yang lebih luas. Banyak perubahan2 sosial di masyarakat kita cenderung mengikuti trend pertelevisian, televisilah yang paling banyak memberikan teladan gaya hidup anak muda sekarang. Tanpa televisi mungkin kita nggak akan ngeh dengan adanya fesbuk, style rambut ala kangen band, atau kenalan sama lagu2 dari band2 antah berantah.

Apalagi acara televisi kita semakin hari semakin jor joran dan mulai tidak mengindahkan etika2 baik etika jurnalistik maupun etika yang berlaku di masyarakat kita. Beragam tayangan dari yang saru, nyebai, njijiki semakin merajalela. Padahal apa yang ada di televisi merupakan patron terbesar bagi pola pikir remaja kita. Klo jaman dulu yang namanya orang mabok, itu kesannya brandal sekarang gaul cuma gara2 ada acara ultah artis di diskotek, klo cowo main sama cewe sampe larut malem itu pamali sekarang klo ga sampe diajak nginep ga asik.

Berita kejahatan semakin hari terasa semakin banyak, kenapa??? Yup betul, bukan karena apa2 tapi karena diberitakan, semakin banyak berita kejahatan yang diberitakan semakin banyak orang menganggap kejahatan adalah hal lumrah, manusiawi. Demo anarkis, semakin hari semakin banyak karena para pendemo menganggap anarkis dalam demo itu lumrah. Banyak anak muda yang lebay karena ngikut tradisi lebayan yang sering diperagakan Tukul, Ruben, Olga sama I.Gun Semakin banyak video mesum ariel peterporn bertebaran kenapa? ya karena diberitakan!!!! Coba kalo minimal inpotaiment dan televisi nggak ikut2an mengangkat tema ini tentu orang yang nyari, ndownload atau sekedar bikin jebakan betmen ngga sebanyak sekarang.

Yang aku heran tuh sama inpotaiment, klo ada artis nyolong, berantem, ngamuk, madat, selingkuh, cere kayake masih tetep aja dialem2, dielus2. ntar klo dah nginjek kaki wartawan aja baru pada heboh "pelanggaran HAM....!!!!".

Bukan berarti televisi tidak boleh memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kejahatan dan penyimpangan sosial tapi setidaknya diaturlah jam tayangnya. Tayangan yang mengandung unsur kekerasan, baik secara visual maupun audio (cuplikan adegan syur, ucapan2 saru Olga, Tukul Cabul, tayangan mistis termasuk) hendaknya ditayangkan diatas jam 11 malam. Bukan seperti sekarang, dimana berita pembunuhan, pemerkosaan dari pagi siang sore malam bisa dilihat anak2 tanpa ada filter.

Jaman mbah Harto saja televisi kita masih bisa sopan kenapa begitu reformasi malah jadi urakan??? Televisi seharusnya memiliki tanggung jawab lebih terhadap pengaruh sosial yang timbul dari tayangan2nya. Namun baik pihak televisi maupun pemerintah terkesan menutup mata dari hal ini. Inisiatif gerakan untuk tidak menonton TV atau meniadakan televisi di rumah memang tindakan efektif namun lebih bersifat perorangan, dan susah dijalankan secara komunal. Setidaknya ada tiga alternatif yang bisa diambil pemerintah untuk mengendalikan sikap masa bodoh pelaku pertelevisian ini tanpa harus melakukan denda yang bisa saja malah dimakan oleh Gayus2 kesiangan

Pertama, Bukan rahasia jika harga iklan di jam prime time adalah yang termahal di televisi, karena rata2 penonton televisi sedang menyaksikan tayangan TV. TV berlomba memasukan acara terbaiknya di jam2 tersebut dan para pemasang iklan rela menggelontorkan lebih banyak uang untuk ikutan mejeng. Pemerintah/KPI bisa menggunakan Sanksi Dilarang Tayang Pada Jam Prime Time (jam 6 - 9 malam) untuk televisi yang melakukan pelanggaran berat pada salah satu produk acaranya (Majang gambar semut bures/jam digital selama 3 jam)

Dua, Penghentian/Pelarangan Acara Bersangkutan dan Sejenis ( Acara 4 mata dengan mudahnya berubah menjadi bukan 4 mata) hanya karena yang dilarang hanya acara bersangkutan. Sebagai gantinya televisi harus menyediakan acara yang bersifat edukatif selama beberapa waktu tertentu di jam yang bersangkutan/menyesuaikan sifat acara

Tiga, Kompensasi Penayangan Iklan Sosialisasi Pemerintah di jam2 Prime Time. Banyak kasus gas meleduk dimana2 karena tidak adanya sosialisasi yang baik dari pemerintah, "bantuan khusus" dari televisi ini bisa digunakan sebagai kompensasi kelalaian ketika televisi melakukan pelanggaran.

Perubahan memang tidak untuk dilawan tapi setidaknya bukan berarti kita ikut jor2an dalam setiap kondisi yang ada, termasuk dalam hal ini kita perlu menertibkan sikap jor2an televisi supaya informasi yang ada bisa disampaikan secara proporsional, tanpa harus mengakibatkan kegaptekan ataupun kebablasan yang ditiru para penontonnya.

Maling Helm (Bukan SNI)

Semalem abis potong rambut di deket kampus masku sms

"Golet film anyar, apa kek"

"yoh"

Akupun segera meluncur ke warnet di daerah UGM, dulu temen2 kelas sempet menjadi OP di warnet situ, n meskipun termasuk warnet golongan mahal (1 jam @3500) tapi coz selama ini untuk urusan update film baru termasuk yang cepat tanggap, n ga cuma itu aku juga suka dengan format movie yang di download dari warnet tu yaitu MKV (Matroska Video) Engga tau juga format MKV format yang masuk gerombolan format DivX atau format lain yang pasti besar filenya sangat jarang melebihi 500Mb, karena itu dengan modal flashdisk 4 giga bisa ngantisipasi klo ada lebih dari 5 film baru siap angkut.

Sayangnya tadi malem aku bener2 dapet apes, begitu browsing ternyata koleksi movienya ga bisa diexplore dari compie user, setelah ku komplain baru ketahuan klo hardisk server baru aja di ganti jadi film2 barunya di hardisk lama, semprulllll

Daripada gondok ga dapet apa2 akhirnya maksain diri buat ngoprek di kompie2 tetangga x aja ada yang kurang kerjaan ngopy tuh film ke hardisk user. Dan hasilnya 2 jam pencarian pun nihil. Jam 2 malem aku memutuskan untuk memutuskan untuk DC n pulang ke rumah, lihat helm motor kok perasaan ada yang engga beres.....

Trus aku deketin duh... bener.....

"Topiku ilang meneh.........!!!!!!!!!!"

Dari jaman SMA aku selalu menggunakan topi sebagai dalaman helm yang aku pake, dari helm bathok, helm hardcore, helm bali sampe helm standar pasti topi selalu jadi partner ga terpisahkan dari helmku. Dan biasanya maling2 emang hobby ngembat topi2ku itu. Tapi malem ini lain, coz setelah tuh helm aku pegang2 ternyata helmnya dituker juga!!!!!!!! Pantes aja aneh, emang warnanya sama2 biru polos, tapi punyaku lebih bagus, seenggak2nya talinya rapih n kacanya pelangi (aku lebih sering hidup malem jadi kaca pelangi lebih pas buat ngurangin silau lampu kendaraan lain)

Wahhhh kampret tenan!!!!! dah ngenet mahal ga dapet apa2 kelangan helm + topi meneh, tapi masih bersyukur juga coz tuh maling masih berbaik hati ngeganti helm & topiku dengan helm yang kucel bin lecek. Aku geli juga sama tuh maling lha wong helmku tuh aslinya jelek, merk DMI, udah kebaret2 disana sini, ga pernah dicuci, SNI nya aja dah nglothok dari jaman baheula tapi kok yo masih sempet di embat pake dikasih ganti lagi...

Yo wiss maturnuwun lah, minimal aku pulang ngga berkepala plonthos, lha piye meneh???

GSBASP

Klo saja fesbuk sudah ada sejak jaman aku masih balita mungkin aku bakal jadi member dari grup GSBASP (Gerakan Sejuta Balita Anti Syusyu Putih) Yup dari jaman orok aku emang nggak doyan sama susu putih, keju atau yoghurt, klo kakak dan adeku harus disapih karena kelamaan nenen sama ibuku, aku ngga sampe 1 tahun udah ngga mau minum asi lagi, mungkin karena itu dibanding sodaraku yang lain aku yang paling langsing hehehehe....

Sebagai alternatif ibuku akhirnya ngasih susu coklat biar aku mau minum susu, karena dasar bayi2 maniak, dinding rumahku selalu dipenuhi tumpukan kaleng susu bendera putih dan coklat. Yup cuman merek Susu Saya Ketiban Bendera satu2nya susu yang aku kenal sejak bayi. Biasanya sebulan sekali ada tukang rongsok yang membeli koleksi kaleng susu benderaku, sekali angkut bisa sampai 3 - 4 karung kaleng susu berpindah tangan ke tangan tukang rongsok.

Kadang tukang rongsok berbaik hati membawakanku mainan othok2 dari kaleng susu, ibuku bilang, aku tuh pelit, klo ngeluarin barang harus ada gantinya jadinya mainan othok2 itu berguna sebagai alat suap biar aku ngebolehin koleksi kaleng susuku dibobol wekekekekek

Klo malem2 susu coklatku abis biasanya bapak ngebikinin susu putih campur kopi, dan lumayan ga terlalu eneg biarpun tetep aja ngga seenak susu coklat.

Setelah dewasa aku tetep aja ga doyan susu putih, padahal makanan dari hewan yang lain macem daging, telur, ikan mah doyan, gak tau klo dari jenis vegetarian udah ada belum jenis vegetarian yang cuman engga doyan susu tapi doyan yang lain lain. Klo lewat di sekitar pertanian UGM pesen es doger / es buah cepet2 bilang sama bakulnya

"pak rasah dikei susu/krem"

Nah berhubung klo ke burjo rame2 temen2 doyan sama Soda Gembira, aku ga mau kalah

"A, peresin jeruk satu, kasih gula dikit tambah es, sodanya kesinikan"

Dan taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Jeruk Purut Squash!!!!!!!!!!

Untukmu Gaza

Kepada rembulan dan Al Aqsha yang menantikanku di ujung senja
Katakanlah pada mereka tentang ketiada abadian
Pada dinginnya embun dan celoteh dentum meriam
Katakanlah pada mereka tentang kerisauan panjang sang mentari

Pada diri kami hanya terbalut kain kafan yang lusuh
Yang menanti mengantarkan kami ke alam mimpi yang abadi
Mengantarkan kami pada kecintaan Ilahi
Maka janganlah halangi kami dari menyongsong keabadian
Janganlah menangis untuk sebuah mimpi yang aku rindukan

Di kesunyian malam temaram
Di antara bait bait dzikir yang berkejaran dengan ombak pantai Gaza
Kami akan berusaha atau terbujur dalam doa

Disanalah kalian
Menantikan pagi di reruntuhan tangan syetan
Yang menantikan setetes harapan dari nurani kami
Maka kami akan segera menggapaimu

Untuk setiap doa yang kalian panjatkan
Untuk setiap darah yang kalian teteskan
Disitulah kami akan beranjak
Berdiri atau terbaring di antara jenazah jenazah kalian
Untuk membayar cinta Ibrahim pada Ismail
Untuk membayar setiap senyum dari anak Palestina

Namun jikalah Allah memanggil kami terlebih dulu
Adakah lagi manusia yang akan mencintai kalian??
Memenuhi Janji yang Muhammad saksikan pada kami
Di mana Panji KeIlahian akan berdiri di atas tanah Al Aqsha