Posts

Like Only A Woman Can

"kamu lum pulang ke Jogja?"Tanya Willa
"Ia nih masih kangen tempat ini..."
"kangen apa kangen...."
"hush dah ga usah dibahas"

Willa tersenyum kecil lalu melanjutkan menyapu halaman rumahnya yang tak seberapa luas, beberapa helai dedaunan yang jatuh mulai terkumpul di depan sapu Willa. Masih rumah yang sama, bunga2 yang sama, pohon mangga yang sama, tumpukan batu disudut taman yang membentuk mosaik ala kadarnya... hanya warna rumahnya berganti hijau dan lantainya sudah berkeramik sekarang, mungkin karena kakak Willa sudah sukses merantau di negeri orang.

Aku duduk di bangku depan rumah Willa, mengambil sebatang rokok dan korek api lalu menyulutnya. Kupandangi Willa yang masih sibuk menyapu halaman. Rambut ekor kudanya masih ia pertahankan sampai hari ini rupanya. Ia masih gadis yang sama yang sering kujadikan lahan penulisan halaman buku diary saatku belum mengungsi ke Jogja

"Gak dikasih minum aku Will, tega bener!!!"
"Sabar tunggu sebulan lagi... maklum lama engga hujan disini, kemarau bang"

Heks, dasar ni anak, ngomongnya bisa ngelantur kemana2, tapi gapapa lah biarpun dia berkicau toh dia ga pernah biarin aku mati kehausan dirumahnya. Tinggal nunggu selesai nyapu pasti beres.

Secangkir kopi keluar juga dari dalam rumah, Willa kemudian mengambil duduk di sebelahku.

"Hobbymu itu lho...." kata Willa

Aku cuma cengar cengir disebelahnya....

"Yah Will namanya temen ya gini Will apa adanya, ya apa adanya, iya ga iya ga??"

Ia memandangku sejenak dengan tatapan jengah lalu tersenyum simpul dan mengangguk seperti dulu

********************* Thanks to Willa ************************

Menjemput mimpi

Kami duduk termenung di bangku panjang stasiun kereta, dhadapan kami terbentang kenangan2 yang memisahkan aku dan dirinya. Sesekali kuhipas rokok yang kupegang dan mengepulkan asapnya jauh.... sejauh harapanku yang kandas untuknya.

"Semua sudah berakhir.... Sudah bukan tempatnya untuk kita berdua ada di kereta yang sama"

Ia melirik sedikit padaku lalu pandangannya kembali menatap kerikil2 kecil di sepanjang rel kereta api. Ada sedikit penyesalan dihatiku dan hatinya. Tapi bagiku semuanya sudah cukup dan telah berakhir.

"Maafin aku, aku tak pernah ingin meninggalkanmu.... Semua ini bukan keinginanku"

Aku tersenyum getir, kuhembuskan sekali lagi asap rokokku ke angkasa. Kupandangi sejenak bola matanya, ada kesedihan yang seharusnya sudah tak tampak lagi dihapus waktu, tatapan yang harus mengikhlaskan keadaan.

Disini, dulu tempat kami saling memiliki. Saling berbagi dan memberi. Hilang tergerus rentetan gerbong kereta yang melintas sepanjang hari.

"Apapun itu, semua sudah berlalu, aku tak pernah tak mencintaimu, tapi kamu harus tahu bukan disini tempatku, bukan dihatimu lagi. Aku adalah aku, bayangan kenangan indah masa lalumu, tapi sekalipun aku adalah aku, aku bukanlah lagi seorang yang kan jadi milikmu"

"Janganlah menyesali sesuatu yang telah kamu tinggalkan, kamu sudah memilih jalanmu tanpaku, hari ini giliranku untuk memilih... Dan kamu tahu aku tak mungkin lagi memilihmu ada disisiku..."

Suara kereta mendekat dan berderit mengaburkan suaraku, inilah saatnya aku harus kembali menyusuri hidupku, menemukan jalan2 yang tak berujung dan mencari dimana aku bisa menemukan cinta sejatiku. Hanya untuk menemukan rumah yang lain untuk hatiku tinggali sampai berakhirnya nafas ini.

Aku beranjak dari dudukku mengambil ransel dan menaikkannya ke punggungku....

"Sudah waktunya An, selamat tinggal, berbahagialah dengannya"

Ia mengangguk lemah lalu menjabat tanganku dan menciumnya.
Kereta itu kini membawaku pergi jauh darinya, hanya lambaian tangan dan senyum pahitnya yang mengiringi kepergianku, kulebarkan bibirku untuk tersenyum semanis mungkin.

Angin kereta menyentuhku dengan keras....mengaburkan sekali lagi kenangan kenangan itu...
Aku terpejam dan berdoa untuknya..kubuka mataku dan ia tak lagi ada dihadapanku
Kuhela nafasku dan semua kenangan yang tersisa...
Kubiarkan terbang diantar kerasnya angin yang menerjang kereta ini...

Menjemput mimpi

Kami duduk termenung di bangku panjang stasiun kereta, dhadapan kami terbentang kenangan2 yang memisahkan aku dan dirinya. Sesekali kuhipas rokok yang kupegang dan mengepulkan asapnya jauh.... sejauh harapanku yang kandas untuknya.

"Semua sudah berakhir.... Sudah bukan tempatnya untuk kita berdua ada di kereta yang sama"

Ia melirik sedikit padaku lalu pandangannya kembali menatap kerikil2 kecil di sepanjang rel kereta api. Ada sedikit penyesalan dihatiku dan hatinya. Tapi bagiku semuanya sudah cukup dan telah berakhir.

"Maafin aku, aku tak pernah ingin meninggalkanmu.... Semua ini bukan keinginanku"

Aku tersenyum getir, kuhembuskan sekali lagi asap rokokku ke angkasa. Kupandangi sejenak bola matanya, ada kesedihan yang seharusnya sudah tak tampak lagi dihapus waktu, tatapan yang harus mengikhlaskan keadaan.

Disini, dulu tempat kami saling memiliki. Saling berbagi dan memberi. Hilang tergerus rentetan gerbong kereta yang melintas sepanjang hari.

"Apapun itu, semua sudah berlalu, aku tak pernah tak mencintaimu, tapi kamu harus tahu bukan disini tempatku, bukan dihatimu lagi. Aku adalah aku, bayangan kenangan indah masa lalumu, tapi sekalipun aku adalah aku, aku bukanlah lagi seorang yang kan jadi milikmu"

"Janganlah menyesali sesuatu yang telah kamu tinggalkan, kamu sudah memilih jalanmu tanpaku, hari ini giliranku untuk memilih... Dan kamu tahu aku tak mungkin lagi memilihmu ada disisiku..."

Suara kereta mendekat dan berderit mengaburkan suaraku, inilah saatnya aku harus kembali menyusuri hidupku, menemukan jalan2 yang tak berujung dan mencari dimana aku bisa menemukan cinta sejatiku. Hanya untuk menemukan rumah yang lain untuk hatiku tinggali sampai berakhirnya nafas ini.

Aku beranjak dari dudukku mengambil ransel dan menaikkannya ke punggungku....

"Sudah waktunya An, selamat tinggal, berbahagialah dengannya"

Ia mengangguk lemah lalu menjabat tanganku dan menciumnya.
Kereta itu kini membawaku pergi jauh darinya, hanya lambaian tangan dan senyum pahitnya yang mengiringi kepergianku, kulebarkan bibirku untuk tersenyum semanis mungkin.

Angin kereta menyentuhku dengan keras....mengaburkan sekali lagi kenangan kenangan itu...
Aku terpejam dan berdoa untuknya..kubuka mataku dan ia tak lagi ada dihadapanku
Kuhela nafasku dan semua kenangan yang tersisa...
Kubiarkan terbang diantar kerasnya angin yang menerjang kereta ini...





Ensiklopedia Paling Tolol di Internet; Tolololpedia

Ensiklopedi pernahkah anda mendengar kosakata itu? tentu anda pernah mendengarnya. Ensiklopedi adalah kumpulan berbagai macam ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan abjad atau urutan tertentu.

Dulu zaman SD mungkin kerap membaca buku2 ensiklopedi yang ada di perpustakaan sekolah, atau beberapa tahun terakhir sering menggunakan beberapa ensiklopedi manca negara macam Encarta, Britannica dan ensiklopedi paling terkenal di dunia online, Wikipedia.com.

Wikipedia.com adalah proyek open source yang menggabungkan otak2 ribuan manusia di seluruh dunia untuk ikut menyumbangkan pengetahuannya dalam bentuk artikel2 ilmu pengetahuan di Internet. Ensiklopedi ini banyak memiliki penggemar, namun karena sifatnya yang bisa disunting bebas siapa saja membuat banyak pihak cenderung kurang percaya pada informasi yang ada di website ini.

Oke kita tidak akan membahas Wikipedia melainkan sebuah situs ensiklopedi paling tolol dalam sejarah per-ensiklopedi-an di dunia maya. Perkenalkan TolololPedia sebuah situs lokal yang memiliki tampilan fisik serupa Wikipedia namun hanya berisi joke-joke lucu dan tolol. Kebanyakan berisi berbagai sindiran baik kasar maupun halus terhadap berbagai fenomena di dunia ini yang dikemas dengan ramuan ilmu pengetahuan dan ilmu supranatural(semaunya sendiri).

Apakah situs ini situs tolol?? ya, tapi apakah pembuat situs ini benar2 orang tolol? mungkin tidak tapi yang pasti dia berhasil mengubah ketololannya menjadi sebuah tren baru dikalangan netter di Indonesia mungkin bisa juga anda gunakan sebagai penyegaran setelah beraktifitas di Internet.

Televisi Penggembira Indonesia

Akhir2 ini sering bete liat tayangan2 yang disiarkan beberapa televisi nasional kita, mulai dari plagiarisme yang menjemukan (pernah saya tulis dengan judul Plagiatorium Massal) sampai makin tidak asyiknya acara2 hiburan panggung yang tidak bermutu.

Saya masih ingat pada salah satu televisi swasta tertua di republik ini, yang dulu didirikan oleh Mbak Tutut. Hayoo ada yang tau gak apa namaTV itu??yupp Televisi Pendidikan Indonesia... tapi perasaan sejak diakusisi sama salah satu perusahaan besar tayangan televisi tersebut semakin tidak bermutu.

kemaren lihat acaranya si sule tek tek out,duh mana sih pendidikan dalam acara macam itu?? klo TPInya bilang sih nama mereka sudah diubah menjadi Televisi Paling Indonesia, tapi paling apa maksudnya? aku pikir sebagian besar penonton Indonesia ga akan manggut2 mendengar nama itu. kira2 paling apa yah??

apaga sebaiknya namanya diganti jadi televisi Penggembira Indonesia karena mayoritas isi acaranya hanya hiburan yang bersifat menggembirakan??

Remembering: The One

Pagi ini udara lembut menyapaku....
Kumainkan jemariku di atas papan2 huruf yang bisu ini....

Alhamdulillah....

Sampai juga dengan selamat di kampung halamanku, setelah touring berdua dengan seorang temen TK yang juga kuliah di Jogja. Kami sampai di tujuan saat sholat tarawih, nganter temenku dulu ke rumahnya, agak lucu juga ibunya lupa siapa aku...

Hmmm....
Menyenangkan bertemu orang2 yang berasal dari masa lalu kita, orang2 yang memiliki kenangan dekat dengan kita. Apalagi karena jarak dan waktu yang memisahkan selama ini. Pagi ini aku teringat dengan seorang sahabatku yang lain. Seorang cerdas yang kami berdua tak pernah bisa kalahkan selama di SD. Dulu angkatan kami termasuk yang paling banyak di kampung, ruang kelas tidak cukup untuk menampung hampir 60 siswa. Itulah makanya sepanjang sejarah SD kami, hanya angkatan kami yang punya angkatan doble.

Dulu, di angkatan kami ada 5 anak yang saling bersaing meraih peringkat pertama di dua kelas tersebut. The Big Five, begitulah para guru menjuluki kami, Aku, Budi, Eko, Agung dan Ratna... Lima orang yang tak pernah bisa digeser anak lainnya, meskipun demikian tidak ada satupun dari kami berempat mampu mengalahkan The One, si Budi.

Ayah budi hanyalah seorang pegawai kasar di perum PJKA, rumahnya paling jelek diantara kami, hanya berdinding bambu.. sampai hari ini. Tinggal di rumah sempit bersama 7 saudara dan orang tuanya. kehidupan yang susah, rumah yang sempit, berlantai tanah. Buku teks pelajaran tak pernah ada di rumahnya, dia hanya punya satu buku catatan yang selalu dilipat dan dijejalkan ke bagian belakang celananya. Kucel pasti, bau ya iyalah.

Keluarga itu cukup tertutup dengan tetangga2nya. Anak2nya hampir tak pernah bergaul di masyarakat, bagiku ketika itu sangat aneh jika ternyata tak ada yang bisa mengalahkan si Budi di sekolah.

Ada satu hal yang sangat berkesan bagiku tentang dia, awal 1997 waktu itu kami kelas 5 SD, aku dan dia bermain tebak2an tentang hasil pemilu 1997. Aku menebak Suharto lah lagi2 yang akan menjadi presiden, dia hanya tersenyum lalu bilang padaku

" Klo Suharto jadi presiden lagi, aku yakin dia bakal di lengserkan"

Aku ga habis pikir kenapa ketika itu dia bisa menebak seperti itu, waktu itu krismon belum ada, rakyat Indonesia masih menikmati kepemimpinan Suharto, toh seorang anak ingusan yang tak pernah menyentuh teknologi justru bisa meramalkan sejarah besar negeri ini.

5 tahun lalu, temenku dikeluarkan dari sekolahnya, entah apa alasan pastinya, aku hanya tahu dia sakit berhari2 dan surat ijinnya tak pernah sampai di sekolah. Sejak itu dia mulai frustasi, satu persatu teman seangkatanku enggan bermain dengannya, hanya aku teman yang sering dia ajak bertukar pikiran, itupun hanya beberapa hari dalam setahun klo aku pulang kampung dari Jogja.

Beban pikiran membuatnya stress, GILAAAAAAAAAA!!!!!!

Yah gila, selama masa kuliah, setiap aku pulang kampung aku selalu menyempatkan diri ke rumahnya, kadang suatu saat dia sedang benar2 gila, kadang bisa diajak bicara dari hati ke hati, begitu seterusnya, gila, sadar, gila, sadar, gila.... klo lagi high, kerjaannya cuma ngringkuk di samping lemari, biasanya aku sampai harus menyeretnya ke kamar mandi, mandiin dia. tubuhnya kaku, kukunya item2, rambut acak2an, badannya dekil.

Aku tahu aku tak akan pernah punya cukup waktu untuknya, aku sudah berusaha mengembalikan semangatnya... tapi entahlah.....

Hari ini sodaraku bilang, dia pergi beberapa bulan lalu...
menghilang.....
Entah kemana, sebelum pergi dia minta dibuatkan KTP
Entah dimana dan apa yang dilakukannya sekarang
Apakah dia masih ingat apa yang ia bagi padaku???
Masihkah Tuhan melindunginya??
Masihkah ia bernafas??

Where are you brother, I'm here but you are gone....

Memperbaiki keturunan

Suatu hari Udin, ketemu temennya si Surip

Udin : aku pengin menikah Rip
Surip : hah pengen nikah?? mang udah ada yang mau sama kamu?
Udin : justru itu Rip, aku mo ke kota, nyari artis dangdut aja kan cantik cantik
Surip: Hush mana mau mereka sama kamu, orang kamu jelek item gitu
Udin : makanya itu Rip aku mau cari yang cantik buat memperbaiki keturunan
Surip : Hooo lah lha kasian cewenya nek gitu!!!
Udin : loh kok bisa? niatku baik lo pengen dapet keturunan yang cakep
Surip : Ia itu kan kamu, memperbaiki keturunan, lha kalo yang cewe sama kamu ya memperburuk keturunan
Udin : GRRRRRRR

In Memoriam: The Most Scary Thing part I

Hari gini keabadian dunia begitu berwarna, masing2 orang berlomba mengabadikan dirinya sendiri lewat kamera, entah hanya di pajang di rumah, di CPU, internet bahkan di pinggir2 jalan. Paling getol mungkin di Facebook yah? alamak klo nge add FB temen trus liat siapa temen2nya beuuu isinya cewe2 cantik semua....

Heu parah-parah yang tadinya hobby cuma main burung dara sama adu ayam sekarang asyik ngonlen mulu, berburu cewe2 cantik di facebook. Yang dulu senengnya ngupil, ngintipin pohon jambu tetangga sekarang jadi fans setia facebook cewe2 antah berantah...

Hush kok malah jadi ngomongin fesbuk sih, sebenernya aku pengen nyritain salah satu The Most Scared Thing in My Life...

Dulu waktu masih bayi....lagi lucu2nya bapakku sering panggil tukang foto di desaku. Lumayan poto anak2 mumpung masih pada imut2 (ga kebayang kan pak, anakmu sekarang pada begini?) Tapi aku jadi mahluk lucu paling bandel... gimana ga klo mo difoto pasti ngumpet, nyari ibuku terus ngumpet di belakang kaki ibuku... Kadang kasihan juga si tukang foto harus nunggu setengah jam buat bisa ngambil foto seleb...

Pernah sekali aku dibohongin sama bapak, dibilang diajak maen kemana gitu, eh tau2nya dimasukin studio foto....huaaaaa aku ngamuk tuh... nangis ngambek, mpe akhirnya di iming2i mobil2an punya anak si tukang poto. Dasar otak tengil, bisa aja ngeles mau di foto asal mobil2annya boleh dibawa pulang hehehe. Akhirnya meski udah bisa moto aku tetep aja aku ga pernah mau ngehadap kamera... masih pasang muka manyun2 gitu.

Terus terang jaman kecil KAMERA adalah salah satu benda paling mematikan buat aku, makanya waktu kecil benci banget di foto, aku takut sama cahaya flash yang keluar dari kamera, ngeri juga liat aku bisa masuk di kertas poto.... takut banget pokoknya, soalnya sejak kecil aku sering dikasih liat foto2 keluargaku yang udah ninggal, jadi aku mikir klo orang di foto itu berarti nyawanya jadi berkurang satu.... GITUUUUUUUUUUUUUUUUU

In Memoriam; My Last Hero

Pak tua itu membasuh keringatnya, matanya nanar pada pemandangan di depan matanya...Pun begitu bukan itu hal yang paling membuatnya gelisah. Tak jauh disampingnya seorang gadis menggendong anak kecil yang terus menangis. Hanya dia laki2 yang tersisa disana, laki2 yang lain sedang mencari nafkah masing2.

Rumah pasangan muda itu terbakar, hampir sebagian sisi kiri rumah itu sudah terlalap api.. Pak tua itu memberanikan diri menerobos masuk ke dalam rumah itu. Ia masuk ke dapur, langsung lari ke ruang tengah dan terus merangsek ke dalam kamar, disambarnya anak kedua pasangan muda yang masih terlelap itu, ia mengambil kain jarik untuk menutupi tubuh si bayi dari api. Beringsut2 ia keluar lewat dapur, kali ini tidak mudah, dapur itu sudah merah menyala, atapnya sudah tidak lagi mampu menahan kobaran api...

***********************************************

"Kamu yakin To? si Juni yang jual tanah ini ma kamu??"
"Nggeh mbah, ini sertifikat tanahnya..
Saya taunya memang mbah mau jual tanah ini jadi pas Juni nawarin saya langsung beli
Mbah kan tau saya juga cuma ngenger di tanah orang, jadi saya ga pikir panjang mbah"

Mbah Wir termangu sejenak, dibenaknya terlintas tingkah anak laki2nya, masa depan ia dan istrinya, namun ia pun kasihan pada Yanto, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli becak di komplek pasar...

"Ya wis To, tapi mbah kasih waktu mbah juga ga tau mau pindah kemana, mbah udah ngga punya sodara lagi"
"Ia mbah, gapapa saya juga mau ngumpulin uang lagi buat mbedhol rumah,
Nggeh mpun mbah saya pamit"

Yanto segera pamit dari hadapan Mbah Wir dan Istrinya, masygul... entah apa yang merasuki Juni anak laki2 mbah Wir, ia tak lagi tinggal bersama kedua orang tuanya, dan sudah berkeluarga sendiri. Hidupnya pun sudah cukup untuk ukuran orang2 di desa. Mungkin harta memang bukan jaminan seseorang merasa cukup dan bahagia

Sore itu seorang guru datang bertandang ke rumah mbah Wir, singkat cerita guru muda tersebut mengutarakan keinginannya
"Mpun mbah, mbah ga usah kuatir rumah ini mau dipindah kemana...
Mbah kakung sama mbah putri pindah saja ke pekarangan saya"
"Tapi mas guru, pekarangan itu kan hasil kerjamu sama istrimu, buat bekal anak2mu nanti
Lagian mbah ga punya uang buat bayar sewa rumah"
"Mpun mbah gapapa, ga perlu dipikirin, mbah kakung sama mbah putri boleh tinggal disana sampai selesai, ga perlu mbah mikirin uang sewa, sekalian mbah bisa ngerawat pekarangan itu, besok kita kumpulkan orang buat bedhol rumah saja"

*****************************

WIRJADIMEDJA begitulah papan nama yang tertulis di depan rumah. Anak sepertiku tak pernah cukup paham perbedaan nama era bung Karno dengan EYD. Aku dan anak2 lain sering tertawa geli dengan nama tersebut sebelum tahu bagaimana melafalkannya dengan benar. Wiryodimejo, itulah sebenarnya nama terangnya, aku memanggilnya mbah Wir, meskipun tidak memiliki hubungan darah aku cukup mengenalnya. Orangnya kurus kering namun ceria, selalu membawa tembakau kemanapun ia pergi, istrinya sudah lama meninggal, kini ia hanya hidup sebatang kara, menghibur diri dengan kepulan2 asap rokok dan beberapa teman sejawat yang tersisa.

Badannya kadang dipaksakan untuk bekerja mencari uang, entah menjadi buruh2 angkut, atau kemanapun ada pekerjaan di kampungnya, usianya yang tua dan tenaganya yang tak seberapa membuat jarang orang mau mempergunakan jasanya. Akhirnya ia lebih sering menghabiskan diri memancing di saluran irigasi dekat sungai Citanduy. Aku sering bermain sejak kecil dengannya, bahkan sampai aku tinggal di rumah seorang diri karena keluargaku mulai eksodus satu persatu ke Jogja.

Kadang kami berbagi puntung rokok yang sama, ada kalanya ia membutuhkan keikhlasan beberapa rupiah dariku untuk makan sehari-hari. Kadang aku sengaja menyisihkan makanan untuk kubawa kerumahnya. Yah pertemanan beda usia, layaknya keakraban seorang kakek dan cucunya. Hari berganti sampai akhirnya tiba saatnya aku menjadi orang terakhir yang pindah ke Jogja menyusul semua anggota keluargaku.

*****************************************

WIRJADIMEDJA...aku memungut papan nama itu dari tanah, rumah mbah Wir kini sudah dirubuhkan, dijual perbagian oleh anak lelakinya. Bapakku melarangnya menjual rumah itu utuh diatas tanahku, yah bapak ga ingin si pembeli menganggap membeli rumah berikut tanah dibawahnya. Mbah Wir sendiri sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, aku tak datang ke pemakamannya, ia dimakamkan jauh dari kampungku oleh kerabat jauhnya. Terakhir aku bawakan beberapa makanan untuknya. Ia hanya terbaring lemah ketika itu....yah seorang diri.

Yah.... disinilah aku berdiri, di atas tanah ini 20 tahun silam seorang pahlawan telah menyelamatkanku dari api yang membakar rumahku. Tempat yang sama jua mbah Wir memindahkan rumahnya diatas pondasi rumahku, disinilah pahlawan itu menghembuskan nafas terakhir setahun lalu. Terimakasih pak tua, karenamu Tuhan telah memberiku lebih banyak waktu di dunia ini.

Andre Rieu (Love Theme From Romeo and Juliet).mp3


dedicated to my hero;

Wirjadimedja
193x - 2008

Don't judge by the Cover

Aku sedang duduk di teras kampus ketika seorang lelaki lusuh membawa tas dekil mendatangiku dengan tenangnya. Usianya begitu tua, ia berjalan pelan ke arahku, hmm jujur saja kalau aku sudah ngeh dari sebelumnya tentu aku akan langsung beranjak sebelum ia menghampiriku. Toh rasanya gak sopan jika aku tiba-tiba beranjak saat ia menghampiriku. Setelah dekat ia berkata padaku:

Berapa banyak engkau bersyukur hari ini anak muda???

Sesaat kupandangi wajah lusuh itu, aku memaksakan sedikit senyumku padanya atas pertanyaan yang dilontarkan padaku. Kuambil beberapa sisa koin receh yang masih ada di saku celanaku untuk kuberikan padanya. Orang tua itu terdiam sebentar, kemudian tersenyum padaku...

Maaf nak, saya bukan pengemis

Glek.....ada perasaan malu pada orang tua satu ini, di usianya yang renta dengan badan yang lusuh semua orang yang dihampirinya akan menganggapnya layaknya seorang pengemis... begitupun aku, aku merasa bersalah karena telah bersikap seolah-olah merendahkan orang seperti dia... malu..bener deh

Orang tua itu kembali tersenyum dan mengambil tempat duduk disampingku

jangan kuatir anak muda, aku tidak akan mengambil rizkimu, Tuhan sudah mengatur jalan rizki orang sepertiku

Dibukanya tas dekilnya...
Ada beberapa botol madu di dalamnya, aku melongok ke dalam isi tasnya, sambil tersenyum aku balik bertanya

Berapa harga madu sebotolnya pak??

soentoek

Kemaren malem lupa Online tumben bisa bobo cepet, hmmm entah karena paginya tidurnya kurang tuntas..rencana mo OL pas sahur gagal gara2 masa aktif IM2 ku abis...Malem ini langsung nyari voucher indosat 125rebu buat ngaktifin masa aktif kartu.

Agak malem juga nyarinya jam 9 lewat untung ada yang buka itu juga harus beli 3 voucher coz yang nominal 125 kan ga ada. yang 100 ribu abis, jadinya 2 50 + 1 25 deh...habis ngisi sempat jengkel juga mbuka multiply ga mau konek. ternyata harus ngereset koneksi dulu baru kartunya bisa aktif...

TKP pertama jelas inbox multiply sama gmail, buka2 account malah bingung dewe ga ada yang mo dikomentarin...sebel coz ga kayak gmail. untuk mencari update terbaru harus refresh inbox bxx itupun lum tentu ada yang baru...

Mo posting bingung juga ga ada ide, mo bikin puisi ah malesss.... masak tiap boring gini bawaannya bikin puisi mulu ntar dikira lebay pula. buka FB sama aja, masih mending da temen SMP ngajak chat... haduh haduh bingung bingung semalem ga ada koneksi pikirannya jutek pengen nulis apaan gitu, giliran udah konek, malah otaknya yang ga mau konek...

Manusia banyak maunya emang susah, yang kurus pengen tambah (berat badan)BB, yang udah gendut pengen kurus, yang (BB) bau badan pengen engga bau, yang engga bau pengen BB, angel men dadi menungsa, karepe okeh dituruti pengine malah bingung

Ya wis mbange suntuk, ga tau mo nulis apaan, mending nulis beginian aja, apa adanya...dibaca syukur engga ya biarin namanya juga lagi suntuk....tungguin aja ada yang kepancing gak maen kesini. (......ngarep........)

My first story; remembering and respecting

Remembering

Weeew ternyata jadi manusia yang mengenal kata cinta tuh susah susah gampang. Dulu pertama kali kenal namanya cewe tiap hari mangkal di ujung gang cuma buat nyawer klo si empunya nama lewat.. Nguber-nguber dari pagi sampe sore, berhubung masih belum ada fasilitas SMS, terpaksa langganan kertas surat cinta yang gambarnya warna-warni dan wanginya oke punya. Hampir tiada hari tanpa bikin surat cinta, saking gebleknya sehari bisa nulis berlembar surat itupun minimal diposting 2 x dengan bantuan mak comblang sehari pagi dan sore....jyaaaaahhh kayak sikat gigi aja... dari sana baru mau bales klo udah numpuk setinggi kotak makannya. Jan, hidup memang kejam itu juga balesannya rata2 satu-dua kalimat...

Sorry aku ga tertarik
Kamu cari cewe lain aja

No What What....Tetap tegar demi menggapai mimpi. Korban pertama jelas celengan bumbung, duit2 receh cuma jadi taruhan buat barter sama kertas wangi di toko sebelah, keki juga sebenernya tiap dateng ke toko langsung dikasih sodoran beberapa pilihan paling ajib. Itu belum untuk nyuap tengkulak2 mak comblang yang suka menghiperboliskan kata2 biar mau dititipin surat.

Lumayan juga berkat kerajinan ngrayu gombal, akhirnya datanglah job dari anak2, rata2 minta tolong bikinin surat cinta yang romantis. Bweeeh gapapa lay namanya juga temen tak bikinin tapi jangan lupa sawerannya. Simbiosis mutualisme tersebut berlanjut sampai tahun ke tiga, parahnya semua anak2 yang aku bikinin surat cinta proposalnya langsung tembus dalam 1-2 hari. Sementara sang pujangga harus nunggu 3 tahun buat dapet royalti.

Keki tapi ga papa berbuah manis pada akhirnya, kita jadian... tiap ada anak nanya definisi cinta menurutku, jawabannya diplomatis banget

Cinta itu perasaan yang sangat indah yang pernah tercipta di hati manusia.....

Perjuangan selama 2 tahun ngejar hanya bertahan 2/5 bulan itupun hancur gara2 kemakan gossip, apa lacur nasi sudah jadi bubur... yang harus dilakukan kejar lagi dan lagi....

Sayangnya kita harus pisah ranjang, aku harus melanjutkan SMA di Jogja sementara dia melanjutkan di Bumiayu. Jarak yang memisahkan membuat koneksi putus nyambung tergantung sama BTS dan kekuatan sinyal, meskipun di Jogja juga sempat lirik-lirik cewe lain tapi konsentrasi tetep ada sama yang di Bumiayu. Ibarat yang di jogja cuma kos, klo rumah aslinya tetap yang pertama.

Kelar SMA aku mudik buat ngajakin dia kuliah di Jogja tp sayang kondisi keluarga ga memungkinkannya kuliah, alhasil aku gagal mboyong dia ke Jogja, meskipun love story akhirnya berlanjut setelah vakum 3,5 tahun. 1,5 tahun kita jalan sampai akhirnya keadaan benar2 memisahkan kita selama2nya, entah alasan dijodohkan atau memang terintimidasi sama orang ketiga akhirnya kandaslah story itu. Tahun 2005 aku resmi menyandang status duda kembang... orang bilang tanpa cinta seperti orang buta tanpa tongkat, memang aku sempat limbung, meskipun itu ga membuatku balik ke dunia hitamku lagi (baca juga; Pernah Hitam) Tapi mulai dari situ aku menyadari semua yang kita awali akan berakhir entah dengan happy ending atau malah kagol kayak cinta pertamaku.

Respecting

Cukup lama juga untuk mengikhlaskan yang namanya cinta pertama, maklum sudah mendarah daging selama 7 tahun. Pun begitu aku sadar aku ga mungkin masih mencita-citakan cinta pertamaku. Satu-satunya jalan adalah mengikhlaskannya menjadi milik orang lain. Untuk mengalihkan perhatian aku mencari pelarian, minimal untuk mengurangi porsi pikiranku terhadap dia, pelarianku tertuju pada seorang wanita lain, yup hanya sebatas pelarian sebatas pengalih pikiran saja, untuk menetralisir down syndrom gara2 patah hati. Ternyata trik ku ini cukup berhasil menjagaku tidak jatuh dalam penyesalan terhadap kegagalan cinta.

Berbeda dengan sakit gigi, sakit hati hanya ada di pikiran kita, ketika kita memujanya maka akan semakin perih dan mengiris tapi ketika kita tidak berfikir tentang rasa sakit itu, dia tak akan mampu melukai kita.

Aku bersyukur sekarang meskipun aku tak lagi memilikinya minimal aku sudah belajar banyak dari rasa cintaku padanya. Aku belajar memahami dan menghargai jalan pikiran seorang wanita, belajar sabar, perhatian dan tanggung jawab, mungkin yang aku pelajari belumlah seberapa tapi minimal aku punya gambaran bagaimana bersikap terhadap mereka yang datang setelah dia.

Aku mengerti Tuhan tidak memberikan dia di akhir perjalananku
Tuhan menghadirkannya hanya untuk membentuk aku
Membentuk definisi cinta bagiku
Menjadikannya sebatas tempat aku belajar kegagalan dan kesalahanku
Tempat aku mengoreksi kekurangan2ku untuk dia yang datang setelahnya
Tuhan tak akan memberikanku wanita terindah
Sebelum aku mampu menjadi sempurna
Sebelum kekuranganku mampu aku singkirkan

Aku akan terus berjalan
Aku akan terjatuh dan bangkit kembali
Sampai saatnya nanti
Ketika sayapku telah berkilau dengan indahnya
Aku akan menemukanmu

Cinta terakhirku


---------------------------------------
dedicated to my first love;
aku tak pernah menyesal mencintaimu
karenamu aku menjadi pantas untuk dia yang datang setelahmu
terima kasih cinta

Multiply Chat presented By Meebo; ngeblog apa ngechat hayooooo!!!!!!

Heu malem ni ada yang aneh di Multiply yaitu ada embel2 chat semodel di Facebook. Hmmm rupanya Multiply ga mo kalah dalam hal fitur nih, terakhir yang saya tahu nambahin opsi updates di Facebook sama Twitter. Kali ini giliran meebo yang jadi partner Multiply untuk bikin chat model FB.

Meebo adalah instant messenger berbasis web, tidak seperti Yahoo messenger yang menggunakan aplikasi terpisah untuk terhubung dengan chatter lain. Selain itu kita juga bisa mengakses account chat kita di berbagai messenger, seperti Yahoo Messenger, GTalk, AOL, MSN, MySpace dsb. Beberapa kali saya pernah menggunakan meboo ketika aplikasi YMessenger di warnet error/tidak bisa digunakan

Mengingat sebenarnya Multiply sendiri bukanlah jenis blog murni seperti Wordpress maupun Blogspot melainkan berjenis situs jejaring sosial semacam Friendster dan Facebook. Mungkin para pendiri Multiply merasa berang dengan semakin menyusutnya jumlah MP'ers yang aktif dan beralih ke Facebook. Entah apakah penambahan ini akan menjadikan Multiply lebih garang atau malah justru akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri dan para penggunanya karena terpecah konsentrasi antara blogging atau chatting.