Bagaimana Mengatur Manajemen Keuangan Keluarga Saat Pandemi

Bagaimana mengatur manajemen keuangan keluarga saat pandemi?? Pandemi corona telah memukul ekonomi masyarakat global, pun demikian dengan masyarakat Indonesia, berbagai lini kehidupan terasa terpukul akibat penyebaran virus Covid19 yang cukup masif ini.

Tidak dipungkiri, pembatasan sosial baik berupa lockdown maupun PSBB telah menyebabkan banyak bisnis mengalami kemunduran yang cukup telak. Di bidang pariwisata, hotel, maskapai, pengelola wisata merasakan pukulan yang luar biasa akibat pandemi. Mantan menteri kelautan Susi Pudjiastuti saja menyatakan untuk maskapai yang ia miliki bahkan 100% tidak beroperasi karena pandemi, padahal maskapai beliau melayani penerbangan perintis, bukan pariwisata.


Di sisi lain pasokan supply chain industri terganggu akibat terhambatnya pasokan bahan baku industri, di sisi demand pun tidak kalah terpuruk, klien dan konsumen banyak melakukan penghentian permintaan, baik berupa reschedule atau bahkan pembatalan permintaan.

Tentunya hal ini berimbas pada tenaga kerja di bidang-bidang tersebut, banyak dari kita harus merasakan pahitnya di-PHK. Ketidakpastian kapan pandemi berakhir ditambah dengan berkurang atau menghilangnya sumber pendapatan tentu berefek terhadap keuangan keluarga. Sementara kita tidak tahu dengan pasti kapan pandemi ini berakhir

Lalu bagaimana kita bisa mengatur keuangan keluarga di saat Pandemi?


Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan guna mengatur cash flow keuangan keluarga, tentunya agar neraca keuangan keluarga kita bisa tetap terjaga selama mungkin sebelum situasi kembali normal

Evaluasi Kondisi Keuangan Keluarga

Hal paling depan saat kita ingin melakukan manajemen keuangan adalah dengan pertanyaan klasik Bagaimana kondisi keuangan keluarga kita? ini dulu yang harus kita perhatikan. Apakah pengeluaran selama ini benar-benar telah efektif? Kita bisa membaginya berdasarkan kebutuhan dasar yang harus kita penuhi, yakni sandang, pangan, papan. Kebutuhan sekunder yang bisa disubstitusi sebaiknya disubstitusi terlebih dahulu. Misalnya jika bekerja menggunakan mobil, kita bisa menggunakan motor jika memungkinkan. Selain motor lebih lincah, pengeluaran bisa lebih di tekan. 

Sementara untuk kebutuhan tersier seperti wisata dan hiburan sebaiknya ditunda. Kita bisa menggantinya dengan melakukan kegiatan bersama keluarga di rumah bersama anak-anak tercinta

Tingkatkan Alokasi Dana Darurat

Jika selama sebelum pandemi kita sudah terbiasa membagi pos keuangan kita dengan baik, termasuk menyiapkan dana darurat, itu bagus. Di masa pandemi, kita bisa mengkonversi dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersier ke dana darurat. Mengingat ketidakpastian kapan wabah ini berakhir, maka sebaiknya kita memiliki dana cadangan yang dapat bertahan selama mungkin

Penuhi Kebutuhan Bukan Keinginan

Kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk memenuhi kebutuhan dasar kita sebagai manusia, sandang, pangan dan papan. Sementara keinginan biasanya bersumber dari ego dan gaya hidup. Jika kita terbiasa membeli sabun merk A yang berharga ratusan ribu, bisa diganti dengan sabun yang bisa kita bayar dengan harga 5ribuan di minimarket atau pasar terdekat.

Memang akan ada yang berbeda dari rasanya, tapi toh keduanya memiliki fungsi setara meski bisa saja memiliki 'rasa fitur' yang berbeda. Pastikan kita memenuhi kebutuhan hidup keluarga terlebih dahulu, untuk keinginan, ditahan dulu sampai kondisi sudah memungkinkan

Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Ada banyak cara menambah penghasilan tambahan yang bisa dilakukan dari rumah. Di masa pandemi ini misalnya, kita bisa melihat banyak orang berjualan masker, detektor suhu badan, yang sebelumnya mungkin tidak banyak diminati orang. Kita bisa menjualnya secara daring lewat marketplace maupun media sosial yang kita miliki. 

Jika memiliki keahlian khusus, tawarkan secara online, ada banyak situs untuk mendaftar sebagai freelancer dan memperoleh project dari berbagai perusahaan. Banyak perusahaan membutuhkan jasa freelancer yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. 

Tetap Sisihkan Dana untuk Investasi

Pandemi, tentu bukan sesuatu yang datang tanpa akhir, suatu saat ia akan berakhir. Meski kita tidak pernah tahu kapan waktunya. Sementara kebutuhan kita di masa depan tetap perlu kita persiapkan. Oleh karenanya, sisihkan dana untuk berinvestasi, anda bisa mencari instrument investasi yang paling anda kuasai, atau anda juga bisa berdiskusi dengan rekan-rekan anda secara online mengenai instrument investasi yang mereka gunakan. Jika masih merasa kurang yakin anda bisa berkonsultasi dengan ahli manajemen keuangan untuk mendapatkan saran investasi apa yang tepat untuk anda. 

Comments