Posts

Masih gaptek

Beberapa hari kemaren temenku mainan laptop n nginep dirumah, berhubung akunya dah ngantuk aku tinggal tidur deh, pagi2 tuh anak dah ngilang, mungkin dah balik ke kontrakannya yang cuma beda gang sama rumahku. Yo wis deh turun kebawah buat bikin kopi n nyalain laptop, begitu aku buka windows explorer, Blaik semprul drive dataku ilang!!

Waits, semalem sebelum pegang laptop temenku emang habis ngobrak abrik PCku aku suruh benerin Linux loader yang ketimpa instalasi windows, eh bukane dibenerin malah partisi linuxnya dimerger sama windows, hasyem padahal ada beberapa data yang belum sempet kucopy ke windows.

Tapi emang semalem sebelum tidur aku sempat ngintip dia main2 disk management, bilangnya sih biar bisa menghidden partisi tanpa software, sesuatu yang emang aku sendiri malah baru tau, walhasil pagi2 dah berusaha ngoprek dimana lokasi disk management, dan akhirnya ketemu deh ada di bawah computer management

Letaknya ada di my computer, klik kanan trus manage. Masuk bagian disk management trus aku liat drive dataku emang ga ada drive letternya, aku balikin drive letternya, dan drive dataku pun muncul lagi diexplorer. fuihhh untung ga dimerger, soale drive dah dipisah2 pun kadang aku masih susah nyari data2ku karena emang kebiasaan asal naruh file.


Ya wis malahane dapet ilmu baru, carane ngilangin drive letter tanpa software third party hehehehe

Dunia Pelangi

Damai itu mendekatkan dan menyatukan hati, wajar ketika dalam posisi tanggap bencana tiba2 ada orang yang menyebut itu adalah azab, sementara dirinya ongkang2 di balik pernyataannya akan memicu orang lain bereaksi.

Dalam keseharian kita, kita akan selalu menemukan orang2 yang bersikap kontraproduktif terhadap hal2 yang seharusnya menjadi saat dimana kita bergandengan tangan bersama sebagai makhluk sosial.

Manusia yang sempurna adalah manusia yang terus belajar untuk memperbaiki kesalahannya, tidak ada batasan manusia sempurna dari segi kualitas kemampuannya, yang ada adalah kesempurnaan manusia berdasar keinginannya untuk terus menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Beberapa kejadian dalam waktu dekat ini memang sedikit banyak membuat saya mengelus dada, betapa sulitnya menemukan damai di hati, betapa sulitnya mendengar dan merenungi kesalahan yang mungkin dilakukannya sebagai seorang manusia biasa, no body is perfect, tapi setidaknya setiap orang mampu memilah dan memilih jalan mana yang hendak dia tempuh, bibit bobot bebet dari setiap tindakannya

Manusia adalah tempatnya lali lan luput, maka sebuah permintaan maaf yang tulus akan menjadi penyejuk hati kita dan orang lain yang terluka karena kesalahan kita, entah itu kesalahan yang kita sengaja maupun tidak, butuh kebesaran hati dan keikhlasan untuk memperbaiki diri dan menyembuhkan orang lain, bukan sekedar untuk membangun citra diri yang kadung merasa dizolimi terus menerus.

Tajamnya lidah lebih tajam dari pedang, kita bisa menggunakannya untuk membunuh atau membuatkan sarapan bagi orang lain, penggunanyalah yang akan menjadikannya pedang yang berguna atau pedang yang nista. Tidak ada pertempuran yang tidak dimulai dari lidah ini, jika dunia ini tanpa lidah tentu tidak pernah ada komando yang mengawali perang dunia, tapi tidak pula kita mendengar kata2 yang indah dan memotivasi diri kita menjadi lebih baik, kita tidak akan meresapi agungnya sumpah para pemuda puluhan tahun lalu.

Jagalah harimaumu untuk menjadikannya berguna, menghalau orang yang hendak menyakiti sesama kita, menyurutkan langkah orang yang hendak berbuat salah, jangan gunakan ia untuk menerkam orang lain. Bersyukurlah karena kita mampu berbicara dengan lidah, bersyukur karena kita berkesempatan belajar menulis dan bersosialisasi di dunia maya. Peliharalah dia dan saudara2nya karena pena dan keyboard pun tak kalah tajam dari mulut kita.

Kita terlahir dengan bantuan orang lain, dan dikuburkan dengan bantuan orang lain, tidak ada manusia yang lahir dengan kekuatannya sendiri, dan tidak ada manusia yang mengubur dirinya sendiri. Maka sudah barang tentu kita harus menjaga hubungan baik dengan orang lain, sebagai ucapan trimakasih pada orang2 yang membantu kita terlahir kedunia.

Janganlah merasa sombong pada apa yang kita miliki, tidak ada secuilpun kesuksesan kita yang kita dapat dari diri kita sendiri, Tuhan telah memberikan sebuah tim sukses bayangan yang selalu menyertai setiap doa kita menggapai kesuksesan, dulu ketika kita menghadapi ujian kelulusan, betapa besar jasa orang tua kita, guru dan teman2 yang menguatkan kita menghadapi kesulitan ujian itu, sungguh mulia orang2 yang merasa tersakiti oleh kita namun tidak pernah berfikir untuk mendoakan keburukan atas diri kita, betapa besar jasa orang2 yang kita temui sepanjang perjalanan ke tempat ujian yang membiarkan kita menyalipnya, tidak menyenggol motor kita, atau memicu keadaan sehingga kita tidak terhambat meraih kesuksesan.

Di MP saya belajar, bahwa banyak orang yang ternyata memiliki banyak perbedaan dengan saya, dan saya menyadari perbedaan tersebut tidak menjadikan orang2 yang berbeda membenci saya, sebaliknya saya belajar bagaimana mereka menjadikan perbedaan itu adalah pelangi, sebuah kepingan puzzle yang saya dapatkan cuma2 untuk menjadi nilai tambah kehidupan saya. Yah berbeda memang tak sama, tapi disanalah kita menemukan banyak keindahan. Ah, betapa bodohnya ketika dulu kerap menganggap saya merasa cukup melihat dari satu sisi saja.


Hidup yang damai adalah ketika kita mau bertoleransi terhadap sesama, saling menghormati dan menghargai, saling bersimpati dan berempati, damai bukan berarti membenarkan segalanya (putrilangit), tapi mendedikasikan yang terbaik dari kita untuk kebaikan kita semua.

Dengan kerendahan hati kiranya sudilah teman2 memaafkan sekiranya ada pernyataan, perbuataan saya baik di MP atau di dunia nyata yang kurang berkenan di hati teman2. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

-----------------------------
gambar pertama: koleksi hasil googlingan
gambar dua: copasan dari tempat mas sole
gambar tiga: design by alexandre efimov

Jelaskan dengan elegan

Pagi ini sampe disekolah beberapa anak kelas 2 duduk2 di depan kantor, pas liat aku mereka bilang

"Pak kantore digembok neng cah kelas 3"

"Wah ha piye aku le arep masuk, pinjem kunci ke bu Rini sana"

Kebetulan bu Rini lewat, ngeliat aku ngga bisa masuk karena kantor terkunci anak2 kelas 2 akhirnya jadi sasaran kemarahan bu Rini, sebenernya ga bisa disebut marah sih, cuma nanya dengan nada tinggi, terus ada anak kelas 2 yang tersinggung, dan terjadilah adu speaker antara guru dan murid, yang diendingi kata BAJINGAN tepat di depan muka bu Rini.

Sontak aku kaget, kok berani anak2 nyebut gurunya BAJINGAN di depan mukanya langsung, tapi aku pikir klo aku marah situasi malah tambah runyam, mending nyuruh anak lain nyari kunci ke penjaga sekolah. Karena ga bisa masuk kantor kuputuskan langsung masuk kelas.

Beberapa saat di kelas muncul penjaga sekolah membukakan pintu kantor, sontak anak2 kembali ribut, baru disitu aku nyoba ngademin kelas karena insiden tadi pagi. Manusia tempatnya salah dan lupa, kadang ga teliti, kadang main semprot, perbedaan persepsi antara bertanya dan merasa dituduh itu biasa, tinggal bagaimana kita memanage perbedaan itu. Apakah akan diungkapkan langsung tanpa ba bi bu, atau dikeluarkan pelan2.

Aku bilang sama muridku

" Klo ada orang marah sama kita, tapi kita ga salah, biar diselesein dulu marahnya, klo dah selesai marahnya baru kita kasih penjelasan, sebisa mungkin pelan, sopan dan teratur. Klo orang dah ngerasa salah marah dia pasti minta maaf. Klo kita ikut ngotot, itu percuma, hasilnya cuma kayak tadi"

"Tapi saya kan ga salah pak"

"Bener emang kamu ga salah, tapi caramu menyampaikannya bukan di saat yang tepat, malah memancing masalah baru, coba nek tadi saya ikut kepancing maki2 kamu?? Iso ngasi perang tanding to?"

Kejadian hari ini bikin males minjem kunci buat masuk Lab, Tapi ya syukur deh anak2 akhirnya mau juga diajar teori 4 jam, malah anaknya aktif bertanya, ga ada manusia yang benar2 bisa sempurna, manusia selalu mengkonstruksi dirinya agar lebih baik di masa depan lewat pembelajaran dan kesalahan. Semoga


postingan pasca letusan gunung multiply merapi
denger2 da yang meninggal Innalillahi wa inna illaihi rojiuun

Sumpah (serapah) pemuda

Berbangsa satu berbahasa satu bertanah air satu Indonesia

Apa itu sumpah pemuda? generasi kita hanya mengenalnya lewat text book pelajaran sejarah di sekolahan, sesekali digaungkan lagi setiap menjelang akhir oktober, sisanya, lebih banyak pemuda bersumpah serapah dijalanan....

Entah untuk memaki orang yang tidak seide dengan dia, atau sekedar meluapkan kekesalan diri sendiri. Bahkan tidak jarang pemuda2 kita lebih banyak menggunakan jargon "senggol bacok" Baik untuk yang merasa keinjek kakinya atau cuma merasa mendengar ada orang yang nginjek temennya.

Yang demo dijalanan, kok kayaknya ga asik klo ga bakar ban, bikin macet jalan, dan adu otot sama polisi, padahal sama juga polisi yang turun paling juga seusianya, masih bisa dibilang temennya, tetangganya, kakak pacarnya dan sebagainya, tapi ga kepikiran gitu ya? pokoke prinsip senggol bacok masih tetep nomer wahid. Yang nonton konser sama bola, ealah ga jauh beda. Tolong anak muda, jangan bawa2 kekerasan atas nama kesejahteraan rakyat, sportifitas apalagi moral agama. Tidak ada dari ketiganya yang sejalan dengan kekerasan.

Toh sebeda bedanya saya dan anda, klo sehari ga nemu nasi tetep aja ngerasa ngga makan, jadi kita masih sama, sama2 cucu mbah Adam, hidup di nusantara. Mungkin dulu simbah kita juga pernah gendong2an biar ga ketembak sama Belanda.

Bukankah hari ini generasi kita sebenarnya juga berhadapan dengan penjajahan, sama seperti mereka yang mengucapkan sumpah pemuda 82 tahun lalu?? pemulung, pengamen, trantib, pedagang asongan, mahasiswa, pelajar, guru, pegawai, bos, semua sama, berhadapan dengan musuh yang sama seperti dulu, bedanya media penjajahan hari ini lebih luas, tidak hanya menjajah fisik dan dompet saja melainkan juga menjajah pemikiran dan ketergantungan kita.

Ya kita dijajah oleh teknologi dan kemajuan zaman

Kekayaan kita lebih banyak dieksloitasi oleh bangsa lain, sedangkan sampah2nya dikirim kembali dalam bentuk barang elektronik murah meriah.

Klo dulu Cina maju setelah menemukan kertas, barat menyusul dengan penemuan Guttenberg, dilanjut penemuan mesin uap james watt, lalu ketika internet muncul kenapa ekses negatifnya begitu banyak bagi pemuda???

Memang tidak sedikit pemuda kita yang sukses dari dunia internet, penulis2 buku yang mengawali dari dunia blogging, adsenser, affiliate marketer. Tapi lebih banyak lagi justru pemuda kita yang terjebak menjadi pecandu teknologi.

Mulai dari jaman PS one, Counter Strike sampai Point Blank, remaja kita lebih bnyak yang jadi korban kecanduan teknologi, salahkah??? sementara teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup manusia.

Kesalahan kita mungkin hanya tidak menggunakan teknologi sesuai kebutuhan saja, beberapa tahun lalu ketika peredaran handphone mulai berkembang, anak2 muda kita lebih doyan es em es an daripada belajar, dan sekarang meningkat dari BBMan, fesbukan de es be. Toh penggunaan teknologi berlebih ternyata menjadikan kita dikuasai teknologi, ada yang hilang jika sehari saja koneksi internet putus, hape ngadat, pulsa habis.

Pada akhirnya pemuda kita (termasuk saya) memang menjadi bagian dari konsumen teknologi, yang repot adalah ketika teknologi kemudian menjadi budaya urban, ga gaul klo ga punya hape, ga punya fesbuk, ga punya BB, dibilang ga trendy lah, ga alay lah. Tapi apa untungnya ketika pada akhirnya kita menjadi korban kejahatan teknologi? penculikan dan trafficking melalui jejaring sosial, korban iklan provider seluler, pemalsuan akun, hacking, cracking, carding.

Haiyah

Bukankah tidak semua orang butuh teknologi semacam itu? anak jalanan ga butuh akun fesbuk, petani tidak butuh blekberi, anak sekolah ga semua butuh hape, tapi kenapa harus ada dikotomi punya dan ga punya, ini gaul ini engga, ini modis ini engga, toh gaul dan modis butuh biaya, mending biaya sendiri kalo ujungnya cuma nodong orang tua??


Tinggalkan dulu sumpah serapah antar pemuda, mari bersama menghormati sumpah para simbah di zaman penjajah, bahwa kita masih tetap akan setara, saling membantu sesama sodara. Selamat Hari Sumpah Pemuda

Menanti Fungsi Dewan Kehormatan Guru

Jaman sekolah dulu aku sempet keki sama guru fisikaku, gimana engga, titel SPd MPd tapi buat ngajar anak aja tetep ga beres, boro2 bikin anak dong, buat mengarahkan perhatian anak ke materi aja enggak. Apa iya karena terbiasa gaul dengan orang2 yang setingkat master makanya ga bisa lagi berkomunikasi sama anak2 yang masih terbilang bau kencur??

Waktu itu kejengkelanku kubawa sampe rumah, kebetulan bapak dan alm ibuku juga guru, sementara ibuku yang sekarang bukan pendidik. Pada akhirnya ibuku membuka sebuah wawasan baru mengenai apa dan siapa guru itu.

Dulu, menjadi guru tidak terlalu menarik, gaji kecil, hidup dipinggiran, bergantung dengan utang koperasi, belum menghadapi belasan anak orang sekaligus, yang bawel lah, yang cuek lah, yang bloon lah haiyah. Seandainya anak didiknya bolos, malah trek2an, nggentho, mabok, maka yang bakal dipaido pertama sudah pasti guru dan sekolahnya. Disamping itu guru dituntut sebagai seorang yang sempurna tidak hanya disekolah melainkan juga dalam lingkungannya, lihat saja, klo dirumah guru telanjang dada, ga wangon, guru hobby nongkrong jadi omongan, apalagi ketahuan misuh2 di pasar, langsung jatuh imagenya. belum jasa Guru di desa bahkan lebih sering dibutuhkan lingkungannya, entah sebagai pengacara nikahan, penyambut acara keluarga, tujuh belasan, mandor kerja bakti, ketua RT dan sebagainya.

Dengan segala keterbatasannya guru dituntut harus lebih dibanding tetangga tetangganya sementara wan prestasinya terbilang kecil, mungkin itu alasan mengapa anak kecil jarang yang bercita2 jadi guru, banyakan juga klo ga jadi insinyur, dokter ya pilot deh.

Ibuku bilang jadi klo gurumu ga pinter2 amat ya wajar, orang yang lebih pinter lebih milih jadi insinyur, yang lebih berada lebih milih jadi dokter, sementara yang jadi guru ya yang pas pasannya aja. Pinter ga, kaya juga ga, ya wis lah yang penting dapet kerja..

Klo sebelumnya aku respect ke guru lain hanya sekedar menganggap mereka kolega orang tuaku sejak itu aku mulai menaruh hormat pada profesi ini, menjadi guru adalah mengabdi. Dan aku akui memang tidak mudah mengkoordinir siswa untuk sekedar anteng apalagi bisa menangkap pelajaran.

Meskipun sekarang nasib guru (PNS) sudah lebih diperhatikan masih banyak tapi tentu saja masih banyak PR yang harus diselesaikan dunia pendidikan kita. Salah satunya adalah minimnya perlindungan terhadap profesi guru akhir2 ini.

Perlindungan profesi terhadap guru masih sangat emah. Beberapa guru terpaksa meringkuk di sel tahanan karena ketahuan mencubit anak didiknya sampe berdarah, yang lain dijebloskan karena ngeplak muridnya, ada guru yang diciduk waktu mengajar karena dilaporin wali murid. Bahkan seorang guru SMPku sempet dijebloskan di penjara karena njewer murid sampe berdarah. Terus terang aku menolak dengan keras kriminalisasi profesi guru yang kerap dilakukan orang tua murid.


Tidak mudah menjadi guru, ketika orang tua menghadapi 2 3 anak di rumah saja bisa kewalahan apalagi klo menghadapi 2 3 PULUH anak orang sekaligus, klo anaknya cuma anak SD ga terlalu masalah, klo anaknya anak STM, klo anaknya didepak dari sekolah lain, emang hobbyne nggentho, mabok, mbolos meh piye coba??? ga semudah berangkat lapor ke polsek pak, bu. Guru juga manusia, anda bisa marah kami juga, anda bisa ngeplak kami juga bisa. Tapi berusaha mengajar dan menanamkan budi pekerti ke puluhan anak sekaligus itu bukan hal yang mudah.

Kadang kekerasan dalam pendidikan itu perlu dan harus, dalam artian untuk pengendalian, sekaligus menanamkan rasa hormat dan kedisiplinan. Ketika guru memilih opsi keras terhadap anak pun prinsipnya sama seperti orang tua, bermaksud mendidik dan tidak keterlaluan, bagaimana juga guru adalah pengganti orang tua selama di sekolah. Klo ga mau digantikan ya monggo, dididik sendiri di rumah. Toh salah dalam menentukan tindakan pada anak juga bisa berbuntut ditantang gelut, Menang ra wangon kalah ngisin isini.

Memang idealnya kekerasan dalam pendidikan tidak seharusnya ada, pun demikian ada juga kasus guru sampe dihajar muridnya, nek gitu siapa yang harus bertanggung jawab? Aku ngerasa banyak orang tua murid yang lebay sekarang ini, dikit2 lapor polsek, bukan apa2, aku ngerasa beda perlakuan ketika ada kasus anak nonton bola/konser, kebetulan ricuh diamankan polisi trus kena penthung/tendang/bogem mentah satu dua oknum polishit kok aku jarang denger orang tua ngelaporin polisinya? Apa karena yang nendang polisi jadi hukumnya halal??

Apa aku mendukung tindak kekerasan oleh guru? antara ya dan tidak, ya karena memang ada saat dimana tindakan fisik dibutuhkan untuk mendisiplinkan anak, tidak karena aku sendiri sangat tidak hobby menerapkan hukuman fisik. Tapi aku setuju jika beberapa guru yang melecehkan siswanya harus mendapat sanksi yang keras, pertama karena sebagai orang tua tindakannya sangat tidak pantas, kedua mempermalukan profesi guru itu sendiri.

Aku cukup berlega hati ketika kompas memuat artikel untuk memaksimalkan kinerja dewan kehormatan guru (padahal sebelumnya aku malah sama sekali ga dong ada dewan ini) dimana jika ada indikasi guru melakukan pelanggaran kode etik, terlebih dulu akan diproses di dewan kehormatan. Jika terbukti bersalah dewan kehormatan akan merekomendasikan sanksi untuk guru yang bersangkutan. Buatku ini lebih baik daripada guru diciduk polisi selama mengajar.

Tidak perlu buang2 pulsa ngirim RegPendidikan tapi mari dukung pendidikan kita lebih baik kedepannya sesuai tugas masing masing.

Ing Ngarsa Sung Tuladha
Ing Madyo Mangun Karsa
Tut Wuri Handayani

-----------------------------------------------------------------
sumber gambar satu, dua dan tiga

*trek2an = balap liar

*nggentho = judi
*dipaido = dicemooh
*ngeplak = menampar
*wangon = pantas
*ngisin isini = memalukan

detak hati

Dear lovely

Lama aku tak lagi menjumpaimu dalam goresan goresan cinta
Maafkan kiranya terlalu larut bagimu untuk tetap terjaga

Namun begitu, bukankah lebih indah kiranya
Ketika yang kuungkapkan
Hanya terekam oleh angin malam yang berhembus pelan dari hidungmu

Maaf menjadikanmu begitu asing di pelupuk mataku
Dan menjadikanku asing dari kehangatan hatimu

Biarlah detak detak hati ini saja yang bersua
Membungkusnya dalam kristal2 embun yang diturunkan Tuhan dipagi nanti

Terimakasih telah menerima marahku dengan seuntai senyummu

alon ra klakon, cepet njuk reset

Makin kesini lappie kok rasanya makin lemot, belum urusan modem yang emang udah mulai kembang kempis, klo dulu biasanya kelemotan ngeload halaman web cuma kisaran 20-40kbps, beberapa minggu terakhir nglunjak di atas 100-200kbps, seharusnya sih bikin sumringah klo dapet kecepatan segitu, tapi pengalaman klo dah nyampe speed segitu biasanya berending dengan koneksi putus nyambung terus, meskipun udah nyoba membatasi setting modem cuma 54kbps biar aman tetep aja kelakuan modem tidak berubah, tetep cuek main gas tapi abis tu putus ngegas lagi putus lagi

liat voucher indosat kok rasanya ga tega mau masukin ke modem, apa iya mending aku masukin ke m3ku aja?wong hape dipake telpon aja jarang, smsan juga paling sama beberapa biji orang perminggunya.

bulan kemaren kepikiran buat nyari hardisk lagi, kontak temen yang juragan leptop dikasih sata 320G, tapi kucluknya tuh hardisk murni internal, halah, mo pasang dilaptop belum ngecek yang laptop ata po sata, bongkar pasang juga males, belum urusan nginstal dan mindah data, mo nyari bracket kok rasanya ga sempet2. Aktifitasnya lagi banyak didaerah urban jadi ga sempet nglencir ke kota buat nyambangin toko satu persatu.

hari ini moga2 sempet deh nyari bracket, enek rasanya liat hardisknya cuma didiemin terus, percumah tenan beli hardisk gede2 malah ga kepake

ngempi kok cuti? kapan gajian?

beberapa hari ini terpaksa ga bisa ngempi, sebenernya sih pengin ngonlen tiap hari apa daya modem lagi tidak ditangan, lagi dipinjem buat mantau CPNS-an yang lagi hot akhir2 ini. Mo ngonlen ke warnet kok rasanya malese ora umum. ha wong tinggal ambil motor mak ler aja dah beres, tapi dasar kumate males

wah jadi kelewatan delapan ratus postingan kontak dan 3400 an postingan temennya temen haishsyah ya wis lah padahal pengen buka satu2 kok rasane tetep memeng yo? ga kuat liat jumlah postingan yang segitu banyaknya, mo nelusurin satu2 rasanya masih lum mampu, ntar klo sempet aku coba main ya teman.

tapi disatu sisi ketidak ngempian ini lumayan memperlancar urusan masalah pertiduranku, yang tadinya emang kebalik sekarang dah mulai mbalik lagi, biarpun kadang jam segini rasanya mata tetep ga kuat melek karena kebiasaan insomnia kemaren2 masih bisa dikuat2in minimal abis magrib baru tepar, ntar ujungnya bangun jam 3 pagi. Mbuh ki insomnia kok tahan sampe bertahun2 maksimal bisa balik lempeng cuma hitungan hari selebihnya tetep mlipir2 sebagai kalongman.

beberapa hari ini lumayan sliwar sliwer dapet job2 baru, bener2in comp di beberapa sekolah, meskipun sampe sekarang kok masih berasa swasembada, ndak dapet angpaunya euy haiyah ya wis lah gapapa itung2 promo mulai menjual (kemampuan) diri lagi sekalian biar ga kebawa semilir kepengin molor di siang hari

urusan ke kampus masih lumayan memeng nih besok2 lagi aja x nunggu ada garukan dari dosen. Sementara laporan sekian dulu, berhubung modem masih dirantau orang ya ngempinya insidental dulu deh klo lagi ngeh ke net ya ngenet nek lagi males ya udah ngegame offlinan wae

Kontaknya kontak

MP makin rame, ya rasanya bulan2 terakhir ini semakin banyak MPers yang bikin postingan baru, entah dalam rangka ikut lomba atau kembali dari hibernasinya, well ai laik it. Minimal aku jadi ada temen buat ngalong lagi, suasana MP semakin hidup. Ga cuma kontak yang tiba2 rajin posting, tapi termasuk juga kontaknya kontak yang sebagian emang belum pernah aku temui sebelumnya di MP

Klo di MP inbox kan bisa kita setting mo nampilin postingan temen, temennya temen, and postingan grup. Aku sendiri kadang ngatur inbox biar bisa nonton postingan temennya temen. cuman aku herman, coz kadang aku lihat seorang yang masih kontak temenku disebut nggak masuk dalam jaringan kita, di inbox juga ga nongol hedshot berikut postingan dia, tapi suatu waktu tiba2 postingan mereka mampir juga di inboxku nah apakah karena selama ini postingannya cuma sengaja di set kontak/ jaringan jadi aku ndak pernah liat??

Klo yang aku amati postingan temennya temen baru bisa masuk ke inboxku klo aku dah pernah ngomen di salah satu postingannya, tumben hari ini kok muncul banyak hedshoot baru dari orang2 tak dikenal, rata2 sih di tampilan disebutin ***** temen anda ***** temen.

Padahal benul deh dari sekian banyak HS tak dikenal itu, cuma beberapa yang emang pernah aku temui di posting anak lain. Lha apa mereka emang baru hibernasi dan akhirnya balik rame2 ke MP? Atau orang2 baru yang baru aja bikin akun MP? klo dilihat dari nama kontakku disitu emang aku tahu kontakku yang satu merupakan user lama n baru balik setelah lama ga nongol di MP, tapi kok banyak postingan kontaknya yang masuk ke inboxku yah? Apa mereka ujug2 jadi bagian networkku?

Sebenernya batasan network kita di MP tuh kayak gimana to? Aku ngga keberatan sih semakin banyak postingan dari orang2 baru tentu membuat inboxku lebih variatif, semakin banyak inspirasi yang bisa didapat, toh tetep aja aku pengen ngerti siapa sebenernya yang berhak menjadi network kita?? Mengingat pernah sekali di postingan temen aku nemu tamu tak diundang n langsung mencak2 ke empunya site cuma gara2 settingnya network.

Ada yang tahu perbedaan kontaknya kontak sama networknya kita? Coz tidak semua kontaknya kontak kan otomatis masuk network kita

Di Hari Jadi

Apa yang kita ucapkan dihari seseorang terlahir??? Selamat Ulang Tahun!!!! Ulang tahun??? kenapa disebut ulang tahun?? apakah kita akan mengulang lagi satu tahun yang telah lalu???

Orang Inggris menyebutnya Birthday, orang malay menyebutnya hari jadi. Orang kita kok nyebutnya ulang tahun ya??

Hmmm, mengapa disebut ulang tahun???

Apa yang aku rasakan ketika menjalaninya? ah sepertinya biasa saja, dan mungkin memang tahun demi tahun aku masih akan mengulang beberapa kebodohan yang sama, kesalahan yang sama, kebiasaan kebiasaan yang sama.

Disatu sisi ulang tahun berarti berkurangnya jumlah umur kita setiap tahunnya, semakin mendekatnya kematian ke sisi kita, entah kapan dia akan menjemput kita menghadapNya.

Setiap orang berdoa, dan berharap ulang tahun akan menjadi momen untuk melakukan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, merenungi kesalahan masa lalu, lalu menyiapkan langkah untuk merubahnya. Sebagian merayakannya dengan sebuah pesta, ah rasanya tak salah berbagi kebahagiaan dengan orang lain di hari jadi kita.

Tapi apa yang sebenarnya membahagiakan kita di hari itu? Sebuah deret angka berikutnya yang tertera di angan atau memang ada sesuatu yang membuat kita benar2 bahagia??? Menjadi raja sehari? atau malah merasa diporotin sepanjang hari??? entahlah aku sendiri tak begitu tahu mengapa akupun terlarut gembira ketika aku menjalaninya.

Yah

Mungkin bagiku makna ulang tahun tak terlalu berbeda dengan itu, sebuah hari dimana kita berusaha mengambil nafas panjang dengan kebahagiaan, mulai menata kembali suasana hati, sejenak merenung, melakukan evaluasi dan ketika kita menatap mentari pagi, kita memulainya dengan sebuah senyuman tulus untuk semuanya



*diikutken di lomba ulang tahunnya Ihwan, ga berharap menang, cuma mupeng sama bukunya

gambar stok lama hasil googlingan

Uniquely Mulkipli

Tidak pernah kepikiran sama sekali klo terdamparnya aku di pantai Mulkiply akan berlanjut sampai kedanan seperti ini, awalnya yang cuma nyoba nyari webhosting buat tugas kuliah ealah akhirnya malah menjadi ajang pertemanan terbaik di dunia maya *versi pribadi.

Meskipun status multiply bagi kebanyakan orang cukup meragukan? entah berkelamin social networking atau blog, justru buatku disitulah chemistry yang bikin aku addict banget sama MPers. Beda sama wordpress, Blogspot, Friendster apalagi Fesbuk.

Alasanku sederhana, ketika aku nyoba tempat lain semacem Freewebs, WP, atau Blogspot cukup sulit mendatangkan pengunjung ke tempat kita, salah satu caranya adalah blogwalking, tapi sayang, cara ini kurang simpel buatku, tidak selalu orang yang ngasih komen akan datang lagi ke tempat kita, sekedar buat menengok repliyan kita, atau ketika kita mampir ke tempat orang, kita mungkin ga sempat untuk ngulik dulu komennya dirumah siapa n di posting yang mana? Selain itu tidak ada template Javascript yang berserakan mengganggu pemandangan, minim jebakan betmen. Sebagian besar MPers adalah orang yang sopan, sangat jarang ada ID MP yang hobby ngisi konten BB+, membuat ID kosong khusus buat trooling, meskipun tentu saja selalu ada orang2 yang berpikir demikian.

Sebagai social networking, kita tidak akan kesulitan untuk saling berinteraksi secara kontinyu dengan user lain, ada fasilitas inbox, yang memudahkan kita mensortir jejak aktivitas kita selama ngempi, dan tentu saja postingan kita lebih terlindung dari orang yang suka komen anonymouse, jengkel kan klo apa yang sudah kita pikirkan, kita tuliskan akhirnya menjadi bahan ejekan, hinaan oleh orang2 yang pengecut karena ga berani menunjukkan mukanya?? Ga bisa balas dendam kan ga enak. Nah disini komengtator bukan hanya seorang yang berlalu dari kehidupan kita begitu saja, setiap komentator adalah tamu, seorang yang rela datang berkunjung dan menjalin persahabatan, bertukar pikiran mungkin sampai ada yang saling gontok2an.

Kita bisa menyebut mereka sahabat, sesuatu yang terbilang lumrah bagi sebuah social networking, ada rasa bahagia yang bener2 ketika kita ngeOOT bersama, saling bersimpati dan memberi solusi, sedih ketika seseorang memutuskan kontak, vakum, say goodbye to MP. Bahkan beberapa berlanjut sampai ke jenjang pernikahan, hmmm. Belum pernah aku temukan interaksi maya yang terasa bener2 nyata.

Setiap Mpers masuk ke MP dari sudut yang berbeda, ada yang masuk lewat pintu depan ,melompat dari jendela, mbobol genteng, ngeduk lemah atau masuk lewat cerobong asap kayak aku, masing2 berangkat dari ide berbeda, pengen cari suasana baru, temen baru, pengen curhat, mbuang uwuh, berbagi tips, kesangkut, dikomporin. Perbedaan itu tidak pernah menjadi masalah ketika masing2 pihak saling menjadi OOTer.

Poin utama di MP selain interaksi adalah pemikiran, mungkin MP tidak seheboh FB dan FS dimasa jayanya, tidak setenar WP dan BS pun demikian interaksi disini buatku lebih hidup, lebih personal, lebih sumringah dan berwarna, ini karena setiap ID MP adalah unik, dan semuanya berusaha menampilkan dirinya apa adanya, ada yang hobby nulis tentang diri sendiri, lingkungan, politik, agama, cara hidup, cinta, berbagi ilmu, tips dan tentu saja semuanya ditulis dalam tulisan yang runut, tidak terpotong dalam satu dua kata kayak status FB. Berusaha untuk membuat pembacanya memahami maksudnya, dengan alasan, argumen dan harapan yang benar2 dirasakannya, secara tidak langsung akan membantu orang lain baik yang seide maupun tidak untuk mendapat wawasan baru, sudut pandang lain, pemahaman yang lebih kompleks dari setiap permasalahan yang dihadapi.

Klo menurut definisi mbak nita dan pak tiar, MP bagiku bener2 oplosan madu dan racun yang bikin ketagihan, aku kecanduan rasa persahabatan disini, kehangatan, keOOTan, belajar banyak pengetahuan, kegilaan, sudut pandang baru, pemahaman berusaha menghargai setiap perbedaan bahwa setiap ID adalah unik, baik itu seide maupun tidak, bahwa kita masih tetap bisa saling berinteraksi dan menghargai meskipun kita berbeda.

As Homy As Multiply

Gak peduli MP itu kategori madu apa racun, yang pasti tetep ditenggak deh
Aku masih ingin terus bertahan di sini, bagaimana dengan kalian?
Apa yang membuat kalian tetap bertahan di Multiply??

*berharap ada yang bikin lomba kecintaan pada multiply*

*pic 1: alexander Efimov
*pic 2 :foto syawalan MPers Jogja 2010

Disorientasi

Rasanya sudah berkali2 menuliskan kejenuhan otak yang kehabisan ide, dan sepertinya keimanan otak emang lagi surut banget klo buat nulis sesuatu di empi, ntahlah, faktor ramuan uthek bundhes senut senut dan kebosanan dalam keseharian akhirnya terbawa juga ke alam ngempi.

Mulai deh vakum nulis, padahal dah nyoba meres otak sambil ngeden tapi kok ga da yang keluar yah???? mo mulai berpuisi lagi kok kayake masih ga selera, mo nulis tentang sesuatu yang berbobot kok kayaknya isi otak dah kecuci gudang semua. Masak tiap hari bikin postingan curcol kek gini terus????

Lihat lomba pengen ikut tapi ndak tau kok mo nulis malah ga semangat, nyoba walking kesana kesini, ngeOOT disana disini, harusnya dapet banyak stok inspirasi dari maen2 ke tempat temen, eh dasar otak gi njundhel, mo diasah kek gimana ya tetep tumpul aja.

Sepertinya mulai merasa terdisorientasi lagi pada empi. Haruskah mengikuti jejak beberapa kontak yang akhirnya gantung keyboard dari empi??? Ya kadang sesekali terasa menggoda juga. Tapi bingung masih ga punya cantelan lain, nyoba bikin catatan di FB pun rasanya masih tetep enak di empi, mo pulang ke Tagged atau friendster, what? FS??? dah ga pada laku yah? passwordnya aja dah pada lupa.

Tapi klo inget slogan as homy as multiply kok rasanya eman2 juga yah, klo harus ninggalin empi? eman2 sama temen2nya, suasana ngeOOTnya. Rasanya ga ada tempat ngeOOT yang lebih baik dan penuh kekeluargaan selain di empi. Rasa kekeluargaannya itu lho yang bener2 ngangeni. Nyoba2 mo semedi, nanya ke otak sendiri niat dulu ngempi buat apa? eh malah dijawab, halah hembuh simbah lagi mumet

Ya udah lempar posting2 geje aja deh, dikomentarin ya syukur nggak yo sukur!!!!!

Halah ndadak kepancal srengenge, koneksine ancur meneh


*mohon maaf klo ada kesalahan ide, alur penulisan, tata bahasa, gaya bicara, mohon dimaklumi ini adalah produk gagal hasil ngeden yang ga mau keluar*