Featured Post

Berapa Biaya Rekam Jantung?

Rekam jantung adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk memeriksa kesehatan jantung dengan cara mengukur irama detak jantung pasien. Dalam dunia kedokteran hal ini dikenal dengan istilah EKG, arti dari EKG sendiri ada elektrokardiogram, yaitu proses perekaman detak jantung yang mengubahnya menjadi sinyal listrik menggunakan alat yang disebut elektrokardiograf.

Biasanya, jika rekan-rekan menonton film dimana ada pasien dengan alat pemantau jantung, itulah yang disebut elektrokardiograf. Penggunaannya, selain untuk memantau detak jantung juga digunakan untuk menganalisis berbagai permasalahan terkait gangguan jantung seperti, serangan jantung, gangguan konduksi, kurang oksigen pada otot jantung, pembesaran atau penebalan otot jantung maupun gangguan irama.

Umumnya elektrokardiograf tersedia di instalasi kesehatan seperti rumah sakit, untuk klinik dan puskesmas beberapa memiliki sementara untuk dokter dan bidan biasanya hanya sedikit yang menggunakannya. 

Prosedur Rekam Jantung

Sebelum melakukan rekam jantung, pasien diharuskan mendaftar ke fasilitas kesehatan terlebih dahulu, mendapatkan nomor antrian untuk pemeriksaan kardiografi dan melakukan proses perekaman jantung. 

Untuk menghindarkan terjadinya kesalahan membaca, pasien rekam jantung sebaiknya tidak mengkonsumsi air dingin atau selepas melakukan aktifitas olahraga, karena air dingin dapat menyebabkan perubahan pola aliran listrik pada tubuh, sementara olahraga meningkatkan detak jantung pasien.

Saat proses perekaman jantung, petugas akan memasang sekitar 10 sampai 12 elektroda ke kulit dada, lengan dan kaki untuk mengukur aktivitas jantung yang dikonversi menjadi sinyal listrik dengan bantuan elektrokardiograf.

Proses pemasangan dan rekam jantung berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit, hal ini untuk memperbanyak sampling yang didapatkan oleh dokter yang bertugas mendiagnosa adakah permasalahan dalam detak jantung pasien. Meski sebenarnya, alat sudah dapat membaca detak jantung hanya dalam hitungan detik saja. 

Pola EKG hasil rekam jantung tersebut ditampilkan di layar monitor dan bisa diprint agar dokter lebih mudah untuk membaca pola detak jantung pasien. 

Rekam jantung umumnya digunakan untuk pasien yang pernah mengalami serangan jantung atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, meski demikian banyak juga yang menggunakan untuk melakukan evaluasi konsumsi obat terhadap jantung dan keseimbangan elektrolit. Elektrokardiograf juga digunakan dokter saat melakukan pacu jantung pada pasien gagal jantung. 

Besaran Biaya Rekam Jantung

berapa biaya rekam jantung dengan EKG


Besaran biaya rekam jantung berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu, bergantung dimana anda melakukan rekam jantung. Berikut ini beberapa interval biaya proses rekam jantung di beberapa kota

Jakarta

Biaya EKG atau rekam jantung di Jakarta berkisar antara Rp. 65 ribu hingga Rp. 350 ribu, namun perlu diingat bahwa biaya ini belum termasuk biaya konsultasi dan obat yang mungkin diperlukan. Biaya rekam jantung adalah biaya pemakaian elektrokardiograf saja.

Yogyakarta

Untuk pasien jantung yang ada di Yogyakarta, tarif rekam jantung cukup murah antara Rp. 60- 160 ribu rupiah saja. Di Laboratorium Cito harganya 110 ribu rupiah untuk penggunaan EKG

Surabaya

Tarif rekam jantung di Surabaya berkisar antara Rp. 90 - 160 ribu rupiah untuk satu kali tindakan. Tentunya pasien perlu menyiapkan kurang lebih 30% untuk biaya konsultasi dan mungkin obat yang nanti diresepkan oleh dokter.

Berapa Denyut Jantung Normal

Untuk manusia dewasa denyut jantung normal berkisar antara 60 sampai 100 detak per menit. Untuk mengukur detak jantung normal bisa dilakukan setiap orang tanpa bantuan alat seperti stetoscope. Caranya cukup simpel

  1. Istirahatkan badan sekitar 10 menit
  2. Taruh 3 jari kanan pada bawah pergelangan tangan kiri dan tekan lembut sampai terasa denyutan jantung
  3. Hitung denyut jantung dalam waktu 10 detik
  4. Kalikan dengan 6
Namun jika anda seorang atlet, detak jantung normalnya adalah 40-60 denyut per menit, namun jika bukan, maka intervalnya adalah 60-100. Jika ternyata interval denyut nadi anda kurang dari 60 per menit dan anda bukan seorang atlit. Sebaiknya periksakan diri ke dokter. 

Begitupun jika anda tidak sehabis berolahraga dan denyut nadi lebih dari 70-80% dari nilai batas atas 100 denyut per detik, anda mungkin merasakan berdebar-debar dan perlu segera memeriksakan kesehatan jantung anda.

Jika anda seorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, sangat disarankan anda menerapkan pola hidup sehat dengan memakan makanan kaya nutrisi seperti buah, sayur, susu rendah lemak serta menjauhi kolesterol. Selain itu anda juga dapat mengkonsumsi Susu Anlene Gold Plus yang tinggi serat, kalium, kalsium serta formula beatplus untuk menjaga tubuh anda rendah kolesterol.


Komentar