Posts

Balita Syndrom

Klo disuruh milih ngadepin anak STM yang aul budug apa anak balita yang imut2, jelas aku milih ngadepin anak STM, biar kata anak STM polahnya nggak karuan, toh manusia seumuran mereka sudah bisa diajak mikir, sudah punya kedewasaan lah, mungkin di luar teriak2 tapi klo dideketin juga diem, beda sama anak kecil, dijauhin teriak2 dideketin nangisnya kenceng, duh puyeng deh

Makanya aku kurang bisa fleksibel klo ngadepin anak kecil, kok rasanya tingkah mereka di luar rasio ku (halah kayak ga pernah bayi aja) Seperti anak tetanggaku yang satu ini dibilang nakal nggak juga, dibilang baik kok sering usil juga, namanya anak kecil sih wajar yah klo ada barang aneh dipegang2 pengen tau, pengen mainin, cuma nih anak kadar pengennya kegedean x yah, jadi klo dah pegang barang yang agak kecil abis itu bablas deh.

Bukan bablas barangnya ancur/ dibawa pulang trus ga dibalikin, tapi malah diumpetin ntah kemana, dulu sempet ngumpetin flashdisku, jam tangan, hape, dompet dan bla bla lainnya. Tadi siang giliran aku lagi asik maenan piano dianya nongol, ikut nimbrung maen piano maen pencet sekuat tenaga dohhh bocah!!! abis ikutan ngerecokin maen piano dia langsung ngambil dompet yang aku taruh dibangku

"Mas duitmu okeh yo" sambil ngeluarin duit 50 ribuan dari dompetku
"Hush ojo, leboke neh, ndak ilang mengko"

Coz aku lagi asik maen piano biarin deh dianya utak atik dompetku toh mikirku dia ga bakal berani ngumpetin duit orang, akhirnya dia masuk ke ruang tengah, dalam hati aku dah curiga dia nggembol duitku ga yah??? lah cuek aja deh, paling juga ntar dia laporan klo dah sukses ngumpetin duitku. Eh ternyata sampe dia pulang ga bilang2, yo wis dianggep aman

Giliran aku buka dompetku

"Hasyem duit seketewune ilang"

*doh ni anak molor apa maen kemana sih? mo nanya dia ngumpetin tu duit dimana malah ga nongol2*

Rasya

"Pa lima menit lagi yah?"
"Lho bukannya tadi udah papa kasih 5 menit?"
"Janji yah pa ini yang terakhir deh, rasya masih pengen main"
"Ia deh, 5 menit lagi yah?"

Rasya mengangguk dan berlari ke tempat bermainnya, rasya menaiki tangga perosotan dan meluncur turun dengan gembira. Sama sepertiku dulu
Kukeluarkan ponselku dan mengecek barang2 yang harus kubawa, ransel, map, laporan presentasi, laptop, perlengkapan mandi,baju ganti, charger, tas, baju rasya, boneka, mainan, ah sepertinya sudah semua

"Itu putri anda pak?" Seorang ibu yang juga menunggui anaknya bermain menegurku dengan senyuman
"Oh, iya bu itu putri saya"
"Putri anda beruntung sekali punya ayah seperti anda, saya lihat dari tadi dia minta ditemani lebih lama lagi"
"Saya yang bersyukur bu, karena dia mengijinkan saya menemaninya lebih lama, anak anda tentu juga bersyukur punya ibu yang baik seperti anda" jawabku
"Ya, mungkin hanya saja suami saya tidak pernah punya waktu untuk anak kami, sibuk dengan pekerjaannya"

Aku melirik tiket kereta jurusan jakarta di tanganku, ah rupanya aku sudah ketinggalan kereta 15 menit yang lalu

***

"Rasya baik2 dirumah nenek, papa pulang 3 hari lagi, bantu jagain nenek buat papa yah?"
"Ia papa"
Kupeluk dan kucium satu2nya kenangan istriku
Aku berlalu dari rumah ibu dan bergegas menuju terminal antar kota


*terinspirasi dari sebuah kisah dalam buku*
*"Berikan Ketulusan Bukan Kesempurnaan"*
*tidak diikutkan dalam lomba FF, just for share*
*gambar koleksi lama hasil googlingan*

*Kenapa tiba2 aku malah jadi doyan nulis FF yah??*

Zakat Pengais Beras

Aku masih sibuk membuang kotoran2 kecil yang masih tersisa di tampah, Hanya sedikit beras sisa yang bisa kukumpulkan hari ini, mungkin hanya cukup untuk masak esok pagi, besok sudah lebaran, banyak orang2 sepertiku yang berebut mencari sesuap nasi dari sisa sisa beras yang tercecer di atas truk pengangkut

Kulihat Ardi berlari lari dari mushola

"Emak emak kata pak ustad klo besok lebaran malam ini kita berzakat kan Emak?"

Aku terdiam membisu, kubelai2 rambut ikalnya

"InsyaAllah tahun ini kita berzakat yah?"
"Bener yah Emak? Ardi pengen banget bisa kayak temen2 bayar zakat!!!"

"Ya udah sana ke dalam dulu ntar emak siapin zakatnya"

**************

"Ardi bangun, katanya mau zakat? ayo ini emak bawain berasnya"
"Mmh emak bener kita mau zakat mak?" ardi menatapku dengan ragu
Aku tersenyum dan mengelus rambutnya lagi

"Iya iya ini kan udah Emak siapin berasnya"

"Asiiiiikkkk makasih yah emak, ardi bayar zakat dulu ya mak!!!!"

Ardi bergegas mengambil sarung dan kopiahnya, mencium tanganku dan keluar dengan gembira. Aku memandangnya sampai hilang dibalik gerbong kereta api tua

**Kiranya masih ada rizki buat kami dilain hari**

mo diikutkan di lomba FFnya mbak intan, tag ramadhan aja deh
gambar punyanya ID kulinerkita


FF Kepada Camar Yang Tlah Kembali

"Ini kembaliannya bu, seribu dua ratus"

Kuserahkan uang kembalian itu pada pelangganku, dan iapun berlalu dari warung kecilku. Hari sudah sore, sudah saatnya aku pulang ke rumah, aku mulai membereskan sisa2 sayuran yang masih tersisa hari ini, sesekali kulempar senyum pada orang2 yang melewati warungku, lalu mataku tertuju pada sesosok lelaki diujung perempatan, aku terhenyak melihat sosok yang telah lama menghilang dari hidupku.

Lima tahun telah berlalu sejak kepergiaannya ke negeri seberang, mencari modal untuk menikahiku dan membuka usaha warung kecil2an idaman kami, aku tertegun menatap sinar matanya yang begitu sayu nampak jelas menyesali keadaanku, ah ingin sekali aku berlari memeluknya, menumpahkan rinduku yang kupendam selama ini untuknya, tapi apalah dayaku, kini aku telah berbadan dua, kupaksa bibir ini melempar senyum canggung padanya, sejenak ia terdiam.....

Sedikit lesung pipitnya terangkat walau sekejap lalu ia memalingkan diri dan beranjak pergi....

Mungkin.....

Aku tak akan pernah melihatnya lagi....

*Ini cuma FF palsu makanya ga diikutin lomba, keknya ga masuk tema sih haghaghag*
*gambar bikinan Mukti Krishan dapet nyolong dari google*

Dragon Knight

Angin berhembus cukup kencang seolah menampar wajahku, sekujur tubuhku terbalut armor namun terasa begitu ringan, tanganku menggenggam erat sebuah tombak yang terhunus, suasana begitu hening, semua mata tertuju pada tangan seseorang diujung tebing,

"Baik bersiaplah, kita berangkat sekarang!!!!"

Dan dia menukik turun dengan tajam, kemudian semua orang mengikutinya terjun dari pinggiran tebing, dan begitu aku terjun dari bibir terbing, sepasang sayapku langsung mengepak dengan gagahnya, oh ternyata kami bisa terbang!!!!

Yah, seseorang memberikan tanda padaku agar mengelompok dengannya, aku mengepakkan sayapku agar lebih tinggi, kami terbang dalam kelompok kecil, bersembunyi di balik pekatnya awan, tujuan kami adalah menguasai istana naga di Pulau Melayang. Menyelamatkan seorang putri yang disekap penyihir Naga

Tujuan kami makin dekat, jantungku berdebar2

"Sebentar lagi kami akan bertarung menghadapi ratusan naga yang menjaga Istana naga, semoga kami cukup dekat dengan benteng agar lebih mudah bertahan dari serangan naga"

Baru saja aku berpikir demikian terdengar teriakan peringatan dari kelompok dibawahku, Seekor naga memergoki keberadaan kami!!! Oh tidak!!!!

Dalam sekejap seekor Wyvern hitam menyerang kami dan menghembuskan nafas apinya, sebisa mungkin aku menukik tajam menghindari serangannya, yah berhasil!!! aku lolos dari serangan pertama!

Semua kelompok langsung bersiap menghadapi serangan para naga, dan akhirnya mereka pun muncul dari balik awan, terus menyerang dan menyemburkan nafas api ke arah semua orang!!!

Aku bersiap menyerang Wyvern hitam dari belakang, mengepakkan sayapku lebih cepat agar bisa menyusulnya dan menikamkan tombakku tepat dipunggungnya, belum sampai aku mencapai ujung ekornya seekor wyvern muncul lagi dari sisiku, dia menabrakku begitu keras!!!

Sial!!!!

Aku berhenti sejenak dan bersiap menghadapi serangan pengganggu ini, sepertinya Wyvern satu ini begitu marah dan siap membidikku.. baiklah ini pertarungan kita!!!

Aku mulai maju dan menghunuskan tombakku, merapal ajian tapak dewa, sekelebat sinar keluar dari ujung tombak dan menghantam dada sang naga, sang naga terpental ke belakang dia kaget namun detik berikutnya dia bermanuver dan menghampiri ku dengan cepat, Arrrrrgghhhh

Mulutnya menganga lebar dengan taring yang tajam siap mengoyak tubuhku, untungnya aku masih sempat menghalangi taringnya dengan tombakku, tapi sampai berapa lama, kurasakan tenaga naga ini begitu besar....

berpikir cepat.... berpikir cepat ....

Baiklah aku langsung mengendorkan pertahananku dan menukik ke bawah tubuh sang naga, dia mengejarku!!!! kugunakan kelincahanku untuk membuatnya capek, aku mulai terbang kesana kemari dan berharap dia menyerah kelelahan mengejarku, tapi sial justru kurasakan kepakan sayapku semakin lemah, mungkin karena tertabrak naga tolol tadi, aku berinisiatif mendekati pulau melayang dan bertahan dibalik dinding2 pulau itu.

Kulihat akar2 pohon raksasa bisa kugunakan untuk bersembunyi dari terkaman sang naga, sementara bertahan akan kupikirkan langkah selanjutnya, aku mempercepat kepakanku dan...

Bukkkkkk!!!!!!!!

Ughhh!!!! punggungku serasa dihantam godam...lagi lagi dia menabrakku!!!! dan

BRAKKKKKK!!!!
Sukses aku mendarat tepat di celah akar pohon raksasa, dengan kecepatan yang menyakitkan tentunya!!!!

Tidak ada waktu berfikir rasa sakit, aku cepat membalikkan badan dan naga itu membuka mulutnya mulai mengeluarkan api yang sangat panas!!!!

"Oh gawat!!!!aku terpojok di celah ini, tidak ada jalan keluar, sialan!!!!! belum berhasil membunuh seekorpun sudah harus mati"

"Damn It!!!! Panas banget, ah gawat nih bentar lagi ane mati gan!!!!" aku mulai merapal ajian perisai baja, sayang sumprit saking gugupnya aku sampe kelupaan hafalannya!!!!

"WAH PIYE IKI???" Aku mulai dihinggapi kebingungan dan rasa takut

"AAAHHH BENER2 NGGA MASUK AKAL, MASAK AKU BISA TERBANG, KETEMU NAGA N SEKARANG DAH MAU MATI??? INI PASTI NGIMPI!!!! MESTHI NGIMPI, YAKIN AKU MESTHI NGIMPI"

Dan seketika juga nafas api itu hilang, sang naga langsung ngerem mendadak di depanku dan melengos pergi, kecewa kelihatannya, kulihat kesekelilingku, para pasukan dan naga menatap kecewa kepadaku, dan serempak mereka bilang

"Wah lagi seru malah dia nya sadar, yo wis yo do bubar wae"

Dalam sekejap mereka semua berpendar seperti asap dan menghilang akupun mulai terbangun

"duh gek seru e malah tangi, asem tenan!!!"

Ramadhan kali ini

Ramadhan dari tahun2 kemaren bagiku selalu identik dengan ibadah ra madhang (tidak makan), ra misuh (tidak mengeluarkan ucapan kotor) lan ra maido (menggunjing). Bangun tidur dini hari dan berbuka di petang hari, tapi ramadhan kali ini kulalui berbeda.

Tidak bisa tidur di malam hari dan keranjingan tidur di siang hari, yah tabiat insom masih begitu susah dihilangkan apalagi pada bulan ini, ada tanggungan yang harus disiapkan sebelum berbuka dan santap sahur dan itu membuatku cuma bisa pulang ke rumah pagi2 habis subuh

Omset usahaku terjun bebas di bulan ini sampai akhirnya aku memutuskan untuk sementara berjalan sendiri dulu tanpa karyawan, meskipun sebenarnya kasihan juga karena bulan puasa getol2nya orang mengumpulkan uang untuk pesangon mudik di hari raya, tapi apa daya karena omset memang sedang turun drastis, tentu ga mungkin memotong pendapatan mereka, lebih baik sementara bulan ini vakum saja dulu.

Sempet kepikiran untuk buka usaha dadakan menjelang berbuka tapi tetep aja sepi pembeli jadi sementara harus tetap memelihara insomnia sampai menjelang hari raya.... Klo dipikir2 selama bulan ini orang makan hanya di waktu menjelang berbuka dan sahur, itupun waktu berbuka lebih memilih sambil ngabuburit di keramaian, sementara sehabis berbuka biasanya langsung tarawih habis tarawih banyakan pada malas kemana2 takut ngga bisa bangun sahur.

Coba2 bikin sayur sendiri kok rasanya huanjrittt ahhhh memang ramadhan harus lebih bersabar, mencoba berpikir positif, semua pasti ada hikmahnya, untung ramadhan hanya sebulan coba klo setahun bisa bangkrut deh

PaperCraft

Nemu site ini ngga sengaja dan aku tertarik sama isinya, kayaknya bisa dicoba buat mengisi waktu melompong di bulan puasa, pa lagi klo yang sudah punya momongan boleh juga dicoba, tempat download aneka resource papercraft, keren2 papercraftnya, tinggal kita download file dari servernya cetak dirumah n bisa langsung dicoba sendiri, untuk beberapa model yang sulit disediakan juga file instruksinya tinggal di download aja

N aku recommend site ini buat ngisi waktu luang puasa kalian semoga bermanfaat

Potong rambut

sejak kecil aku nggak pernah potong rambut di orang lain, kapster spesial tetep bokap sampe 2009 abis nyokap pindah ke semarang aku nyoba2 deh potong di salon/tempat cukur, sempet dulu dapet salon yang sip, potongannya bagus, gaul deh khas anak muda, kapsternya juga "membetahkan", tapi giliran kesitu lagi ternyata si kapster dah ga kerja lagi, dan hasil potongan kapster penggantinya ancur amburadul, terpaksa deh potong ulang di tempat lain

kemaren risih pengin potong rambut, akhirnya mampir ke tukang cukur alamanda di gejayan,

"potong pendek mas, agak brus aja" *ga cocok potong model tentara orang bodyku langsing*

"sip beres"

tapi aku ngga tau kenapa klo ak potong di luar ga pernah sesuai sama yang aku maksud, kapsternya motong cepak dibagian pinggir2 aja sementara bagian tengahnya dibiarin panjang, njomplang lah pokoke

"mas sik tengah dipendekin lagi aja"
"klo tengah dipendekin ntar ga bagus mas"
*bujug deh dari jaman udik klo aku potong gitu tetep aja ganteng kok*
"ga papa dah biasa kok"
"siap mas, klo gitu pinggirnya dirapihin lagi ya"
"yo"

dan si kapster langsung ngambil mesin potong rumput rambut dan mangkas bagian tengah. lha kok mangkasnya ketipisen, jyan kampret tenan!!!

"lha kok jadi di brush mas?"
"lho kependeken yo"
*keki banget kampret wah nek masuk kampus dikira maba ki*
"yo wis lah teruske mbange dadine aneh"

dan akhirnya plontos deh kayak maba masih mending kapsternya ga gila bioskop, klo dah nonton pilm avatar bisa dikasih tanda panah juga nih kepala


foto ini bukan fotoku, cuman nemu dikaskus hehehe

Puncak gunung

Naik Munggah
Kepuncak Mucuk
Tinggi Duwur Sekali Pisan
Kiri Kiwo
Kulihat Ndelok
Banyak Okeh
Pohon Wit witan
Kiri Kiwo
Kulihat Ndelok
Banyak Okeh
Pohon Wit witan



Inkonsisten

Ada beberapa hal yang masih sangat susah untuk aku jalankan dalam tahap menjadi seorang yang dewasa, dari segi fisik mungkin tubuh sudah terlanjur menjadi tua (huekss) tapi psikis kok rasanya masih pengen jadi anak SMA, yang masih hobby main2 aja.

Dua tabiat yang paling ngenes yaitu inkonsisten dan susahnya mengemban tanggung jawab, ga tau kenapa ketika aku dihadapkan pada sebuah persoalan aku malah lebih suka mengerjakan persoalan lain yang ga terlalu penting dan mepet, malah yang sering terjadi kebablasan dalam ritual menyenangkan diri sendiri, misalnya ngempi

Kemaren lagi asiknya jalan2 sama temen, nyobain macem2 wahana kek di dufan, eh tiba2 sadar *busyet kok ni mimpi lama bener, jam brapa yah sekarang???*
dan begitu buka mata

JAM 11 SIIAAAAAAAAANNNNNNNGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!

AFFUUUUU KUDUNE AKU KI MAU NGAJAR JAM 7!!!!!!!!
INSOMNIA KUTU KUPREEEETT!!!!!

Apalagi klo urusan ngampus, duh ga habis rasanya ide bonyok ngasih pelicin biar aku mau rajin ke kampus, belum sama orang yang selama ini dah keki nungguin aku mentas dari bangku kuliah. Malah dia sering pasang badan

"Wis mas, mending dewe rabi wae saiki, mbange ga ono wong sik iso nlateni kowe, nek ono aku kan kowe ra iso polah"

Grrrrr, penyakit nih anak, klo dah ada maunya memang harus terlaksana, biarpun harus nyatronin rumahku setiap hari, khusus buat ngebangunin aku yang lagi tidur, dibilang mangkel sih banget banget, wong kadang aku blas belum bisa merem dah digeret ke kampus. Tapi emang kesalahan ada pada aku, yo dengan amat sangat terpaksa sekali manut wae, mandi ngantuk2 ke kampus, tapi ya cuma nongkrong di kantin hehehe

Semalem dapet pula sms dari adek kelasku

"Mas mas kowe masuk DPO ne bu Sri lho"

Hmmm, kupret bener, batinku kenapa baru sekarang sih aku dijadiin DPO??padahal klo saja dosenku itu ngga berbelit2 waktu aku masukin proposal skripsi juga paling ga sekarang aku sudah bisa memulai penelitian, mungkin aku juga dah melepas gelar mahasiswa veteran dan ganti jadi pengangguran, tapi apa iya salah dosenku???

Ya sedikit banyak penolakan dosenku emang bikin keki, gimana ngga disodorin judul ini kurang, pengen itu, disodorin itu nolak pengennya gini, jadi inget semester pertama dulu, aku sempat dibikin setress dosen satu ini. Waktu itu praktikum alat ukur dan pengukuran, berhubung praktik ngukur mengukur sebenernya cuma butuh waktu 10 menit sedangkan jam praktikum 4 x 45 menit jadi sebelum kita praktik dosenku nyuruh anak2 ngitung2 dulu, nge range2 kira2 berapa sih nilai yang akan didapat dari pengukuran nantinya?

Memang trik ini cukup bagus, jadi ketika praktikum nilai hitung2an itu bisa jadi ancer2 klo2 nilai pengukurannya memiliki error yang banyak, klo errornya banyak berarti kami harus nganalisis kenapa bisa terjadi hal seperti itu?apakah kesalahan praktikan atau alatnya yang udah geblek???

Sebelum kita praktik, tiap anak harus nyerahin hasil itung2annya, klo menurut bu dosen OK baru boleh praktik, dan tibalah giliranku nyerahin hasil perhitunganku, aku sendiri lupa apa yang aku hitung tapi pada intinya aku menggunakan rumus yang berbeda dengan yang ada di jobsheet, tapi hasil perhitungannya tetap sama, dan itu memicu dosenku untuk bertanya

"Lima ribuan dua sama sepuluh ribuan satu itu sama apa engga???"

Coz kedua2nya sama2 bernilai sepuluh ribu aku jawab dengan mantap

"SAMA BU"

"Yo ndak bisa, wong yang satu jumlahnya dua lembar yang satu cuma selembar kok"

"Oh, gitu yah bu???"

"Ya, nah sekarang lima ribuan dua sama sepuluh ribuan satu itu sama engga??"

"BEDA BU"

"Yo sama, wong jelas dua2nya nilainya sepuluh ribu kok!!!!!!!!"

JANGKRIKKKKKKKKK

**postingan orang belum tidur semaleman emang menyebalkan harap dimaklumi**

Bait bait dini hari

Apa yang kunanti di bulan kemerdekaan ini?
Sebuah peringatan yang penuh upeti??
Lalu tenggelam bersama senja di penghujung hari

Tidak tuan, bukanlah seperti ini yang aku nanti
Bukan sebuah penghayatan dalam balutan fiksi
Janganlah mengenang kami hanya dari seremoni

Kami hanyalah bentang alam yang kalian sebut negeri
Tempat bernaung anak manusia dan beribu candi
Dimana rasa cinta dan kebijaksanaan begitu dihargai

Namun siapakah kalian kini?
Yang bangga mengaku sebagai orang pribumi
Tapi hidup dalam pola westernisasi

Oh bukan, kalian nyatanya bagian yang termonopoli
Kalian hanya korban bukan penguasa teknologi
Dan kalian terlempar jauh dari kehidupan penuh religi

Apa yang tidak kalian dapati dari tubuh kami?
Bukankah Air, Tanah, Budaya dan Hartaku terlalu subur untuk kalian gali dan korupsi??
Ambillah sampai tak lagi cukup untuk kau bawa pergi

Jika tubuhku tak lagi berarti, jika kalian tak lagi peduli, akan kuteriakkan kembali
Pekikan lama yang lelah terkunci


Berani Mengeluh

Ketakutan adalah hal paling manusiawi pada manusia, entah ketakutan dalam bentuk phobia maupun ketakutan terhadap sesuatu yang belum pasti.

Namun bukan berarti manusia tidak bisa keluar dari rasa takut tersebut, karena pada dasarnya apapun bentuk ketakutan manusia adalah refleksi dari pemikiran manusia terhadap suatu hal, dan ketika manusia melakukan sebuah perbuatan tidak ada istilah ketakutan dalam perbuatan. Semua kembali kepada jalan pikiran masing2 untuk menilai apakah sesuatu itu cukup menakutkan atau tidak.

Seperti halnya para pemburu sarang walet di tebing2 curam, yang harus memberanikan diri menghadapi medan yang bagi sebagian besar orang termasuk kategori sangat menakutkan. Hanya bermodalkan pengaman seadanya mereka berani mengesampingkan resiko jatuh dari ketinggian tebing.

Apakah mereka tidak takut? bukan mereka bukannya tidak takut tapi mereka berani mengambil resiko. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak memiliki rasa takut terhadap apa yang harus dihadapinya tapi lebih menekankan ketercapaian tujuan daripada menimbang2 rasa takutnya.

Berani menghadapi masalah dan berani bertanggung jawab, sekiranya itulah keberanian yang susah ditunjukkan oleh pucuk pimpinan negeri ini, ketika kasus2 besar menanti dan masing2 pihak mengklaim untuk tidak dipersalahkan dengan situasi yang ada, justru kepala negara bersikap pasif dan seperti biasa menjadi seorang safety player.

Ketika gonjang ganjing kasus century dan bibit candra misalnya presiden bukannya berani mengambil sikap tegas malah membiarkan masing2 pihak yang bersengketa bermanuver dan saling menyerang. Ketidak beranian ini ditunjukkan dengan membentuk tameng tim tim ad hoc maupun lembaga2 baru yang memiliki kewenangan absurb. Dengan demikian presiden menimpakan porsi tanggung jawabnya pada lembaga2 yang ada di bawahnya.

Hermannya, ketika resiko kompor meleduk hampir setiap hari, semakin banyak nyawa melayang, dan aparat di bawahnya saling lempar tanggung jawab presiden malah asik berduka cita dengan mengungkapkan keluh kesahnya terhadap kritik pedas yang dilontarkan masyarakatnya.
Ah memang untuk urusan curhat dan mengeluh aku acungi jempol coz Presiden kita memang masuk kategori berani dalam urusan mengeluh, sedangkan untuk berani mengambil sikap tegas rasanya harus nunggu deket2 akhir masa jabatan.

Sapiku gemar melenguh
SBYku gemar mengeluh
Rakyatku tubuhnya melepuh
Sykurin deh luh


gambar pertama nyolong punya suara merdeka keduax dari kaskus