Posts

compieku mati pet salah power supply bukan sih???

compieku mati pet salah power supply bukan sih??PSU(Power Supply Unit) adalah nyawa utama pendukung kehidupan komputer, ya iyalah klo ga ada powernya mana bisa idup tuh compie...hehehe

Power Supply adalah komponen yang bertugas menghantarkan arus listrik dari stop kontak ke komputer, tidak hanya itu power supply ini juga berfungsi sebagai adaptor yang mengubah sumber tegangan AC 220 V pada stop kontak menjadi sumber tegangan DC pada komputer. Tegangan yang dibutuhkan komputer pada umumnya bervariasi, namun demikian kita bisa melihat perbedaan nilai tegangan yang ditandai dengan warna kabel output power supply. Kabel2 ini memiliki banyak warna namun kita biasanya lebih akrab dengan kabel 4 pin 3 warna yaitu Merah, Hitam, Hitam, Kuning. Ini wajar karena memang 4 kabel ini digunakan sebagai sumber daya ke drive hardisk maupun optical drive. Selain kabel 4 pin ada juga kabel pin 20/20+4 yang ditanamkan ke soket motherboard. Standar untuk motherboard hanya membutuhkan 20 pin saja, tapi beberapa motherboard khususnya yang high end memerlukan power tambahan sehingga biasanya diperlukan power supply dengan 20+4 pin.

Ketika anda menyalakan komputer, pada dasarnya anda sedang menshort saklar power supply menuju kondisi ON, sehingga aliran arus dari power supply mengaktifkan BIOS pada motherboard, melakukan POST(Power On Self Test), jika tidak ada konflik hardware pada POST maka motherboard akan mengeluarkan bunyi Bep sekali dan komputer akan mulai menunjukkan tanda2 kehidupan baru muncullah tampilan OS yang anda gunakan. Nah permasalahannya bagaimana jika komputer anda mati pet sama sekali atau tidak mau nongol sampe OS sejak pertama kali dihidupkan?

Apakah kita langsung akan menyalahkan power supply??tentu tidak, tapi minimal kita bisa melihat kondisi kipas power supply tersebut ketika dinyalakan apakah berputar atau diam, jika berputar, berarti anda bisa mengabaikan beberapa langkah awal, dan untuk menemukan penyebabnya kita harus merunut dari awal perjalanan yaitu

Kompie Mati Pet

1. Mengecek kondisi stop kontak apakah terjadi korsleting/ masalahnya cuma mati lampu.

2. Jika kondisi OK maju selangkah ke kabel input power supply di stop kontak, masalah kabel input apakah kondisinya masih bagus/tidak, jika anda meragukan kondisi kabel tersebut cobalah menggunakan kabel lain yang sama (biasanya kabel power monitor dan kabel power printer sama dengan kabel power supply pada CPU) anda juga bisa melakukan pertukaran antar kabel untuk mengecek apakah kabel tersebut juga bisa digunakan untuk menghidupkan monitor dan printer juga?

3. Jika masih tidak ada masalah maka yang anda perlu lakukan adalah mengecek power supply, bagaimana caranya? perhatikan kipas power supply apakah berputar atau mati? jika mati besar kemungkinan konflik ada dalam hardware CPU. Bisa di power supply maupun motherboard.

4. Untuk lebih meyakinkan analisis masalah copotlah semua pin 4 dari power supply ke semua drive, ini digunakan untuk meminimalisir seandainya terjadi kesalahan /konsleting yang bisa merusak hardisk maupun drive lain, copot pin 20/20+4 dari power supply di soket motherboard, lalu hubungkan pin berwarna hitam dengan warna hijau, ingat tidak boleh salah warna, jika kipas power supply menyala berarti power supply tidak ada masalah, namun jika tidak mau berputar bisa dipastikan masalahnya power supply anda sudah almarhum.

5. Jika langkah 1-4 sukses semua kemungkinan selanjutnya ada di kerusakan hardware motherboard/processor, untuk analisa ini lebih baik anda tanyakan kepada ahlinya daripada mencoba2 sendiri tapi malah tambah rusak hehehe,

Ingat, cara diatas bisa dilakukan dalam kondisi normal komputer tidak memberikan respon sama sekali sejak dipencet tombol power, baik itu bunyi bep, lampu keyboard maupun suara kipas dan lampu panel depan. *)

Kompie Gak Pet Pet Banget

6. Jika komputer mengeluarkan bunyi bep dan semacamnya maka kemungkinan error hardware/software biasanya jika terjadi error hardware motherboard akan menyalakan sandi Bep tertentu, bisa panjang pendek, berulang2, panjang melengking tergantung jenis kerusakan dan jenis BIOS motherboard anda termasuk AWARD BIOS atau AMI BIOS, disini termasuk bunyi2an kegagalan(karena tidak terpasang benar) atau matinya VGA, RAM dan Processor


























Dalam beberapa kondisi PC juga berbaik hati menyampaikan secara langsung problem yang terjadi dengan menampilkan beberapa pesan error selama proses booting semacam gambar di bawah
Namun jika bip berbunyi hanya sekali tidak nampak ada masalah dari pertama dihidupkan, sampai terdengar suara login windows anda, namun monitor tidak menampilkan gambar copot kabel VGA monitor anda (ujung berwarna biru) biarkan beberapa detik, jika monitor OK dia akan menampilkan tulisan yang menyatakan tidak ada input dari komputer. Tapi jika tidak, masalah ada di monitor, anda harus membawa monitor ke tukang servis atau jika anda lebih suka ke tukang servis kilat ya tuker tambah sama monitor baru gitu hehehehe


7. Jika monitor ternyata OK maka masalah terletak di VGA, jika VGA nya tempelan anda bisa meminjam VGA tetangga sebelah untuk dicoba di kompie anda, tapi jika VGA jadi satu dengan motherboard, siap2 ganti motherboard/minimal ke tukang servis yang bisa melakukan flashing BIOS ceritakan usaha anda menemukan sumber permasalahan dari poin 1 - 7 mungkin tukang servisnya tertarik mengajak anda jadi teknisinya hehehe...

8. Kemungkinan masalah hardware tersisa adalah masalah BIOS yang tidak di set dengan benar, ini bisa terjadi karena sembarangan mengubah nilai BIOS maupun terjadi perubahan pada BIOS tanpa disengaja, untuk mengatasinya copotlah baterai CMOS pada motherboard anda(semacam baterai jam tangan tapi hampir segede uang koin) copot selama 5-10 menit, ini dimaksudkan mengembalikan setting BIOS yang mungkin terubah ke posisi default. Pasang lagi baterai CMOS dan jika komputer hidup, berarti masalah BIOS yang diubah2. Jika tidak sukses, sebelum mengganti motherboard baru carilah teknisi yang bisa melakukan flashing BIOS, ini salah satu cara anda menghemat pengeluaran jika ternyata error bisa diatasi dengan flashing BIOS, biasanya ga sampe 100ribu, tapi sumprit susah bener nyari teknisi yang bisa beginian

9. Sisanya jika kondisi 1-8 tidak ada masalah bisa dipastikan error berasal dari kegagalan software, bisa dari OS yang corrupt, virus, kesalahan MBR pada hardisk dll. Biasanya jurus pamungkasnya ya install ulang dengan segala konsekuensinya

10. Jika dari awal anda menghidupkan komputer, komputer anda baik2 saja dan proses berjalan dengan wajar, baik dari booting sampai tampilan desktop OS lengkap dengan suara masuknya dan anda bisa menjalankan semua aplikasi tanpa ada masalah, maka bisa dipastikan masalahnya adalah anda kurang kerjaan baca beginian, tapi gapapa deh saya juga dah capek nulis sepanjang ini rugi kan kalo ga ada yang baca, ya moga aja ntar kompie anda mati anda sudah punya gambaran sedikit2 hehehehehe

Plus catatan penting *bukan komputer yang emang habis di obok2 sama temen, apalagi dipakai buat belajar bongkar pasang komputer, karena saya sering dapet kasus begitu ternyata itu semua karena pembongkar terakhir lupa masang pin panel depan semacam lampu hd, audio, lampu power, tombol power dan reset, klo emang abis diobok2 mending yang langkah pertama kali yang harus dilakukan adalah melihat posisi pin panel depan di motherboard udah kepasang bener apa belum hehehehe

Tulisan ini dikhususkan untuk orang awam, sesama newbie, orang yang pengen tau tentang troubleshouting compie, orang yang suka baca dan orang yang kurang kerjaan, tapi jika anda adalah teknisi advanced masalah kompie, kok ya mau baca tulisan orang newbie begini???? hahahahaha

Lukisan sang kejora

Sejauh manakah layang-layang itu akan terbang?
Akankah ia sampai pada sentuhan sang awan
Ataukah ia pun akan terhanyut dan karam diterjang gelombang pasang

Sementara aku masih disini menggoreskan nada nada dalam denyut jantungku
Menorehkan sisa-sisa asa yang tertinggal di batu karang

Aku terdampar dalam derai2 debur ombak yang tak pernah berhenti menyapa pantai
Menanti sang bintang yang kan muncul di balik lembutnya cakrawala

Hatiku masih membeku
Mataku masih terpaku
Hilang dalam senyapnya kicauan sang pagi

Memuja dan termenung akan kehadiran noktah lama yang terseret ke garis pantai
Menyayat dan menyengat raga yang masih tak mampu berpaling

Kulukiskan untukmu memory sang kejora pagi ini
Sekali lagi, lagi dan lagi..

Hingga nanti saat hatimu membawamu kembali menapaki butiran pasir ini
Kamu akan menemukanku terperangkap dalam memory-memory tentangmu

Journey of Future: a Dreamland

Bunyi klakson Truk yang dipencet berkali2 itu begitu mengagetkanku, terlambat bagiku untuk menyingkir, aku hanya bisa melihat cahaya putih yang begitu terang dari truk itu lalu..........

BRAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!!

kurasakan motor dan tubuhku baru ditumbuk oleh benda yang bergerak sangat kencang!!!!


Angin yang berhembus pelan menyisir beberapa helai rambutku ke arah mataku, aku mulai sadar dari tidurku, namun kepalaku terasa sakit sekali entahlah apakah karena penyakit yang sudah aku rasakan sejak 5 tahun belakangan ini. Kubuka mataku perlahan dan aku terperanjat melihat apa yang ada di depan mataku, kupandangi sejenak ke kanan kiriku... masih sesuatu yang sama... aku beranjak berdiri dan menatap berkeliling ke segala arah... Ada perasaan takut yang begitu dalam yang tak pernah aku rasakan seumur hidupku.

Yah hanya selaput2 kabut yang mampu aku lihat, sejauh mata memandang hanya gumpalan asap kabut yang mengelilingiku, bahkan aku tak sanggup melihat apakah kakiku benar2 bertumpu pada bumi. Aku tak tahu arah aku tak tahu dimana keberadaanku, apakah aku telah meninggalkan duniaku?? inikah artinya aku hanya sebatas ruh saja? ragaku telah aku tinggalkan dalam iringan tangis keluarga yang aku cintai?

Takut aku begitu takut, aku merasa semua bayangan dan ingatan tentang kehidupan setelah mati seolah benar2 hadir di hadapanku dan akan berlomba untuk membuktikan kebenaran mereka dihadapanku.

Tanpa pikir panjang aku segera menjejakkan kaki dan berlari, sejauh mungkin dari tempat ini, aku merasakan teriakan2 mereka yang begitu bersemangat mengejarku. Semakin lama semakin keras, mungkin mereka sedang mengejek ketololan manusia2 semacamku yang takut akan masa depan kami.

Nafasku tersengal sengal diantara derap langkahku, kepalaku terasa semakin berat dari setiap langkah yang aku ambil, pelan tapi pasti aku mulai kehilangan kendali pada langkah kakiku, sedetik aku berfikir "akankah aku menyerah semudah ini?" detik selanjutnya aku sudah terjatuh dengan sendirinya.


Aku terbangun lagi....
Kabut-kabut itu masih melingkupiku, suara2 itu sudah hilang sekarang, kepalaku tak lagi sesakit saat tadi hanya saja tubuhku terasa begitu lemas. Apakah mereka tidak menemukan aku?? ataukah mereka sedang mengintai dibalik kabut-kabut ini??? Membiarkanku dijejali perasaan ketakutan yang begitu hebat??

Aku tak berani berdiri, aku hanya duduk mendekap kedua lututku lalu membenamkan mukaku diatasnya.. aku mulai menangisi kebodohanku kehinaanku, satu persatu gambar dosa2ku mulai berputar di otakku, menuntut rasa bersalah dan maafku. Aku hanya bisa terisak menyaksikan itu semua dan berdoa memohon ampun pada Yang Kuasa.

Lama aku terlarut dalam kesedihanku, tenggorokanku terasa begitu kering, sejenak kusadari ada sebuah bayangan hitam yang tak begitu jauh di depanku, entah siapa dia, aku diam dan mematung dalam posisiku , mataku menatap tajam bayang2 itu mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi

" Tapi kemungkinan terburuk apa yang masih mungkin terjadi?" bathinku berkata padaku
Yah benar juga, jika ini benar kehidupan setelah mati tentu ia yang di depanku adalah seorang malaikat, Munkar atau Nakir kah ia?? ahh biarlah setidaknya aku bersama makhluk kebenaran bukan dengan makhluk kesesatan. Aku bergegas berdiri dan melangkah pelan-pelan padanya.

Aku berhenti beberapa meter di depan bayangan itu. Kuberanikan diri menyapanya...

"Assalamualaikum..."

Hanya terdengar bisikan lirih dari arah bayangan itu, aku tak bisa memastikan apa yang ia ucapkan barusan. Lalu ia memutar badan dan mulai berjalan pelan, aku terdiam dan memperhatikan apa yang akan terjadi kemudian. Namun ia hanya berhenti dan ikut terdiam, yah mungkin ia ingin mengajakku ke suatu tempat...

Cukup lama kami berjalan menapaki lautan kabut ini, mungkin sudah beberapa jam dalam waktu dunia, beberapa kali aku mencoba mempercepat langkahku mengejarnya, aku tak pernah mampu menjajarinya, seolah ada kekuatan yang mendorongku untuk tetap ada di belakangnya, ada beribu pertanyaan yang ingin segera kudapatkan jawabannya dari dia, tapi bagiku sepertinya tak mungkin mengajaknya bicara dalam kondisi seperti ini atau bahkan kami tak akan pernah bicara sepatah kata lagi.

Ia berhenti pada suatu tempat yang aku sendiri tak tahu dimana. Ia berbalik dan menatapku,
"Cukup disini aku mengantarmu anak muda"
"Tapi dimanakah saya?"
"Inilah rumahmu"

Aku memandang berkeliling tak tampak satupun benda yang mampu aku lihat selain kabut2 ini. Ini benar2 dunia yang aneh.

"Tapi saya tak bisa melihat satupun benda disini apalagi rumah"
"Aaah ya, aku lupa mengatakannya, ini adalah masa depanmu"
"Maksud anda akhirat?"kejarku
"Bukan, ini adalah bumi, dunia para manusia"
"Bumi tempat saya tinggal?"
"Benar ini bumi yang sama yang kamu tinggali"
"Tapi mengapa tak satupun sesuatu di bumi ini yang bisa saya lihat sejak saya dibawa ke tempat ini?"

Aku bisa merasakan dia tersenyum penuh arti padaku.

"Itu karena kamu telah melangkah di tempat yang bukan hak kamu untuk melangkah, karena semua yang ada di masa depan selalu akan tersimpan sebagai rahasia Ilahi dan tersimpan di laci-laci langit. Disinilah kelak kamu akan membangun rumahmu, hari ini kamu tak akan tahu pastinya dimana, dan kamu tak akan tahu seperti apa bentuknya sekarang, kamu tak akan melihat satupun dari masa depanmu, semua masih kosong dan berkabut" Iapun menambahkan
"Selama kamu mau berdoa dan berusaha, kamu bisa mengubah kabut2 ini menjadi istana bahagia semegah yang kamu impikan, atau kamu hanya akan mendapati beberapa tumpukan kardus yang akan kamu sebut sebagai rumah sengsara"

Suara dan bayang2 itu semakin redup, sementara gumpalan kabut yang melingkupiku mulai pudar dan menghilang, menyisakan dunia yang semakin hitam, hitam dan hitam....

Aku tersadar dari tidurku, kepalaku masih sakit, sekujur tubuhku terasa kaku, ku dengar beberapa orang tengah berbicara lirih tidak jauh dari tempatku berbaring, kubuka mataku perlahan kucoba memanggil mereka...tak ada suara yang keluar dari bibirku... aku tak kuasa mengangkat tanganku..hanya mampu menggerakkan jari2 tanganku...

"Hei...syukurlah kamu sudah bangun, kami sangat mencemaskanmu"

Kukerlingkan mataku berusaha menatap pemilik suara itu, dan kupaksakan tubuhku memberikan sedikit senyum untuknya.

Lentera Malam

Angin bertiup semilir menembus jendela2 kayu
Membelai api lentera yang gemulai menerangi sedikit kegalauan hatiku
Dalam bisunya malam hanya kamulah yang memberikanku cahaya

Sedikitpun aku tak mengerti bahasa tubuhmu
Gemulai tarianmu yang merayuku
Hanya menyisakan gelombang bayang2 yang memenuhi ruang ini

Pun dalam kesendirianku aku mensyukuri kehadiranmu
Yang penuh gairah dan semangat
Membakar kebekuan dan keterpurukanku

Tetaplah berpijar malam ini
Karena aku akan tetap duduk disini menemanimu
Kamulah cahaya hidupku
Tina Arena Marc Anthony - I Want To Spend My Lifetime Loving You.mp3

get more free mp3 & video codes at www.musik-live.net

Lagi Break

"BAJINGAN KAMU!!!!!!!!!!!!!!"

Aku tertegun sesaat, tak pernah kusangka ia akan memakiku sedemikian kasar, aku diam terpaku di depannya. Kutatap lekat2 matanya mencari dimanakah gerangan gadis yang lembut dan selalu santun ini. Air mukanya memerah, antara kemarahan dan kesedihan. Detik berikutnya ia sudah lenyap dari pandanganku, menghilang di balik tembok2 bangunan di samping kananku berdiri. Aku cuma melongo terdiam dan tak tahu harus berbuat apa.

Seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku terperanjat, Tia ada dibelakangku dan memandangku prihatin.

"Kamu lagi da masalah sama Vina?"

Aku menggeleng lemah

"Gak tau Ya, kok tiba2 dia ngomong gitu di depanku, aku salah apa yah sama dia?"
"Mungkin kemarin kalian kemana n dia kesel sama kamu mungkin?" tanyanya menyelidik
"Gak kok Ya, kemaren aku di rumah aja ga kemana2, pasti da yang ga beres nih tapi ga tau apaan"
"Yo wis, ga usah kuatir, ntar sore aku main ke rumah Vina x aja dia mau crita ma aku"

Aku cuma ngangguk aja.."Ya deh, makasih sebelumnya yah Ya"

***********************************

Kutatap hape ku, sesekali kumainkan, kubuka2 barangkali ada sms nyasar dari Vina, masih nihil. Hape Vina dah ga aktif dari tadi pagi. Emang kebiasaan kalo dia lagi ngambek berat sama aku. Whats going on here... Aku termangu di atas ranjangku, mencoba menjelajahi aktifitasku seharian kemarin, tapi sepertinya mustahil coz seharian aku di rumah n ga ketemu siapa2.

Tiba2 hapeku berdering, kubuka segera, sms dari Tia
"Vina ngambek, dia bilang kamu masih sayang sama mantan kamu"

Brakkkkkkkkkkkk.........

Pufffff.... Mantan lagi mantan lagi, sampai kapan Vina masih mikirin mantanku, padahal akupun sudah berusaha melupakannya. Toh mantanku tak ada di kota yang sama dengan kami, nomer hapenya bahkan sudah dihapus sama Vina. Kok bisa masih tetep aja sewot ma aku cuma karena mantanku lagi. Kamu tuh napa sih nduk???

**********************************

Dua hari sudah aku dan Vina loss contact. Aku menyeret badanku ke kamar mandi. Mandi pagi abis subuhan emang paling bikin males, dingin..... kukeringkan rambutku dengan handuk, sekilas kulihat hapeku berwarna, mungkin ada sms masuk...yup gambar amplop tertutup di layar hapeku... hmmm dari siapa yah??

VINNAAAAAAAAAA!!!!!!!!!


Jenuh.......

Vina memaksakan diri duduk di sebelahku, aku tahu ia masih merasa canggung bertemu denganku, pertengkaran terakhir kami kemarin pasti masih membekas di hatinya. Wajahnya masih dilipat menandakan dirinya masih belum bisa menerima kehadiranku di depan mukanya.

Pertengkaran kemarin masih merupakan episode kelanjutan pertengkaran2 kami seperti biasanya, tema yang sama dan ego yang sama. Masing2 masih memiliki cara pandang masing2, bagiku tak mudah menjalani apa yang dia inginkan, meskipun sebenarnya hati kecilku tak pernah menaifkannya. Bahwa akupun berharap aku mampu memenuhi keinginannya.

Entah apa yang aku rasakan, entah apa yang harus aku lakukan, diantara keinginannya dan keinginanku adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Bagiku aku tak ingin mengecewakannya pun demikian apa yang diinginkannya tak mudah untuk aku jalani, setidaknya hingga detik ini.

Aku begitu mencintainya tapi meski begitu terus terang aku mulai merasa jenuh dengan semua keinginan dan mimpi2nya, aku jenuh pada keinginannya yang terasa begitu dipaksakan padaku. Ahhhhh entahlah... aku tahu dia tak sepenuhnya salah, hanya saja aku tidak menyukai apa yang dia lakukan padaku, itu hanya membuat pertentangan diantara kami semakin meruncing.

"Kamu sudah pikirkan baik?"
"Yah, aku sudah pikirkan semuanya"
"Lalu apa keputusanmu..??"

Kutatap sejenak mata itu, masih ada cahaya yang sama seperti pertama kali aku menyatakan cintaku padanya. Tapi kini terbalut kesedihan yang benar2 tergambar disudut matanya.

Kuraih gagang cangkir di meja. Secangkir mokacino kesukaanku... Yah, dia masih yang terbaik, yang benar2 mengerti aku. Kuminum seteguk kopi itu dan berpaling ke arahnya.

"Aku bosan dengan pertengkaran kita"
"Trus???"
"Aku pikir kita perlu sedikit meluangkan waktu untuk diri kita sendiri dulu, mungkin satu minggu cukup untuk kita saling mengintrospeksi kekurangan kita, aku ga janji aku akan berubah secepat itu, aku hanya janjikan aku akan berusaha untukmu"
"Maksudmu kita pisah dulu seminggu ini?"
"Yup begitulah, kita lihat selama seminggu ini apakah kita sudah bisa saling menerima lagi, kalaupun tidak, kita masih punya minggu2 berikutnya untuk mempersiapkan diri kan? setidaknya sampai kita lebih bisa saling mengerti"
"Apa itu artinya kita putus?"
"Engga.. kita ga putus, kita hanya berpisah untuk sementara waktu, hanya untuk menguji sejauh mana perasaan masing2"
"Yah terserah kamunya aja, asal seminggu ini kamu benar2 memikirkannya, bukan nyari sampingan lain"

Aku nyengir kuda mendengar ucapannya..

"Klo gitu kita ga bakal jadi merid donk?"


Cintaku adalah ketulusan bukan kesempurnaan

"Aku mau kamu jadi pacarku lagi"
"Aku ga bisa Ka, kamu kan tau sekarang aku dah jadian ma Danu"
"Tapi kamu sayang aku juga kan Vi?"

Evi cuma mengangguk lemah. Sebenarnya sejak dulu hatinya memendam rasa pada Raka, mereka pernah bersama meski tidak untuk waktu yang lama, tapi entah mengapa Raka kemudian memilih meninggalkannya demi wanita lain. Karena alasan itulah Evi memutuskan menerima Danu mengisi kekosongan harinya.

Hari berlalu dan musim berganti, kisah Raka pun kandas, Raka akhirnya datang kembali padanya dan mengucapkan cinta untuknya, sesuatu yang telanjur terlambat untuk disetujui oleh Evi. Evi masih memendam rasa untuk Raka tapi ia sudah memiliki Danu.

"Ka, kamu masih inget kenapa dulu aku ga pengen kita putus?"
"Ia aku masih inget kok"
"Sekarang yang aku takutkan terjadi juga Ka, salah satu dari kita sudah memiliki pengganti, sedangkan yang lain akan datang dan meminta kita kembali bersama seperti dulu. Aku ga tau Ka siapa yang harus aku pilih?"
"Aku ingin memilihmu tapi aku ga mungkin menyakiti Danu"

Kata demi kata yang keluar dari mulutnya semakin mengiris perasaan Evi. Tak mudah baginya melihat Raka menempatkannya di posisi ini, sementara ia masih menginginkannya.

"Vi... kamu ga usah takut Vi, gimanapun caranya aku akan dapetin kamu dari Danu... Kamu percaya kan ma aku? kamu masih sayang kan sama aku?"

Evi mengangguk cepat dan berulang, air matanya terus mengalir membasahi pipinya... Ini sama sekali bukan sesuatu yang mudah baginya, terbayang di matanya bagaimana ia akan menghancurkan dan membunuh cinta salah seorang diantara dua lelaki yang mencintainya.

***********************************************

"Jadi itu maksudmu?" kata Danu menahan emosi
"Ia Nu, aku dah ngomong sama Evi, dan Evi juga masih cinta sama aku Nu"

Danu terkejut, secepat kilat ia mengalihkan pandangannya dengan cepat ke arah Evi, mencari kepastian ucapan Raka. Dadanya bergemuruh kencang, Tatapannya begitu tajam ke arah Evi. Evi hanya menunduk memalingkan muka dari tatapan itu. Rapuh...

"Bener itu Vi? JAWAB AKU VI !!!"
"NU, LU GA USAH TERIAK2 SAMA EVI DI DEPAN GUE"
"Ooooohhhh... denger yah Ka, biarpun lo masih cinta sama Evi dia masih pacar gw dan gw ga akan lepasin dia"
"Kita liat aja Nu, lu apa gw yang dipilih sama Evi"

Mereka berdua memandang Evi bersamaan, Evi cuma bisa menutupkan tangannya ke mulutnya berusaha menutupi tangisannya yang ingin memecah belah dunianya.

"Maafin aku Dan, Ka, aku ga tau harus milih siapa diantara kalian, aku ga bisa, aku sayang sama kalian berdua, aku ga pengen salah satu dari kalian terluka"

Raka mengangguk2 kecil dan berpaling pada Danu

"Gini aja Nu, kita bersaing sekarang, lo dan gw, pemenangnya yang berhak dapetin Evi, terserah lo mo bersaing dalam bentuk apa gw terima, yang pasti gw akan ngalahin lo, itu cara yang adil buat kita bertiga"

Danu memalingkan muka lagi ke arah Evi

"Aku pengen tau apa jawaban kamu Vi?"

"Aku ga tau Nu, aku ga pengen menyakiti kamu atau Raka, tapi aku tahu kalian berdua sama2 mencintaiku, aku yakin tak satupun dari kalian ingin menyakitiku, aku serahkan keputusan pada kalian berdua, siapapun yang nanti mendapatkan aku, aku tahu aku pantas mencintainya karena dia begitu mencintai aku"

"Jadi gimana jawaban lo Nu? kita bersaing?"

Danu menatap lekat2 mata Raka, lalu tersenyum tipis,
"Engga Ka, gw ga mau bersaing sama lo. Klo lo sayang sama Evi gw ngalah"
"Vi, kamu ga usah takut buat memilih, kamu boleh balik sama Raka klo memang itu mau mu aku ga akan menghalangimu"

Raka tersenyum senang, ga nyangka ternyata Danu bakal semudah ini ditakutinya, aaaah itu tidak lagi penting, yang terpenting baginya Evi akan kembali kedalam pelukannya.

Danu berjalan menjauhi Raka dan Evi, ia tak sekalipun menatap Evi, pandangannya lurus ke depan, sinar matanya terasa dipikuli beban yang begitu berat... Evi menatap dalam2 punggung Danu yang terus menjauh. Hatinya ingin berlari dan memeluk Danu dan mengucapkan kata maaf yang sebesar2nya. Tiba2 tubuh itu berhenti sejenak dan memutar badan menatapnya begitu dalam.

"VI, SELAMANYA AKU GAK AKAN MENJADIKAN KAMU BARANG TARUHAN!!! KARENA AKU SEORANG LAKI-LAKI YANG BENAR-BENAR MENCINTAI KAMU APA ADANYA"

Rembulan Merah

Merah saga yang berliput kabut2 hitam
Melambai2 dalam pelukan tabir hidup manusia

Namun dimanakah kaki ini akan berpijak??
Berputar putar dalam komidi tentang cinta
Resapan keharuan tertumbuk pada kicau bintang kejora

Rembulan yang merah itu masih mengangkasa
Dan menyinari hati yang berlumur dosa
Menguraikan segenap rasa yang membeku didalam lorong2 tak bertuan

Hati yang hilang takkan kembali
Namun biarkan ia terganti oleh cahaya yang datang dari ujung dunia
Dan membawamu mengarungi luasnya keagungan Ilahi

Biarkan ia mengalir dalam aliran darahmu
Bergerak liar dan membangkitkan gairahmu pada dunia
Mencairkan separuh dari keangkuhan dan kerinduanmu
Yang semakin hilang dan terpendam

Pejamkan sejenak matamu
Dan hiruplah nafasmu dalam2
Hingga keindahan dan wangi udara memenuhi paru2mu

Biarkan layar terkembang dan sauh terangkat
Pandanglah jauh ke sudut timur
Karena kicau ufuk pagi akan segera menyapamu



Terapi Semi

Dear lovely

Malam malamku terlalu panjang untuk ku lewati seorang diri
Namun hadirmu tak kunjung ada disisiku
Lelahku terjerembab dalam lubuk puing2 keabsurban
Menjera dan meruntuhkan tembok2 keakuanku

Tanah ini tak lagi ramah seperti dulu
Kemana kaki berpijak hanyalah cercaan dan kehinaan
Begitu menusuk jauh ke dalam rongga dadaku

Keabadian sebuah ilusi
Masih tergores jelas dalam kanvas2 kenangan tentangmu
Hanya sebatas kerlip kecil yang semakin temaram
Lalu hilang dalam rentetan deru kereta yang bergerak menjauh

Kenangan tentangmu tak lagi sama
Punah dan hilang berganti
Bagai pucuk2 ilalang di musim semi

Lovely...

Secarik kertas tak mampu menggugurkan kerinduanku
Secangkir kopi tak mampu mengusir bayang bayangmu
Dalam kerinduanku kini...
Derap langkah ini tak lagi terekam oleh detak jantungmu

Tapi biarlah aku mengalah
Merendam semua kefanaan dan aroma tentangmu
Biarkan aku memilikimu sebagai masa laluku
Dan melangkahkan hati ini berpaling darimu