Friday, February 4, 2011

Bohong itu..

Dari jaman nabi Adam, bohong itu dosa, tapi yang namanya manusia bohong sepertinya sudah menjadi sesuatu yang wajar. Lihat di televisi lebih banyak pembohongan publik, baik yang terskenario dalam bentuk cerita shitnetron maupun digembar gemborkan lewat berita.

Tidak menyalahkan siapa2 hanya merenung, karena aku juga sering berbohong, kadang kebohongan itu terpaksa dilakukan untuk melindungi sesuatu/seseorang tapi kadang kebohongan itu sering aku jadikan senjata untuk mengamankan diri sendiri.

Mengambil sikap untuk berbohong atau tidak berbohong masing2 ada konsekuensinya, sama2 bisa menimbulkan salah persepsi dan konflik tapi pasti ada saat dimana manusia perlu bersembunyi dengan sebuah kebohongan, diakui atau tidak.

Terkadang kebohongan itu menyeret pihak lain yang tidak terlibat untuk ikut merasa bersalah, dan terbohongi, hmm tapi kenapa bohong itu indah ya? beberapa orang menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan kebenarannya atau tidak sama sekali, banyak faktor, banyak pertimbangan yang membuat dirinya tampak begitu naif.

Ketika seseorang menyadari dirinya dibohongi, sakitkah ia? bukankah pada kenyataannya dia sakit karena tidak siap menerima kenyataan yang jujur? bukankah ketika dibohongi dia baik2 saja? tapi kenapa begitu kebohongan itu sirna malah mencak-mencak? Siapa yang salah? kebohongan itu, atau ketidakmampuan kita menerima kenyataan?

Absurb....

oh bohong deritanya tiada akhir -> patkay ketipu version

Banyak orang berbohong tentang perasaannya, dan bersikap biasa saja, menampilkan sisi terindah dirinya dan mengunci rapat2 sisi buruknya seolah ia tak pernah ada, di lain waktu akan mengutuk kebohongan tersebut, ah manusia munafikkah ia?? mungkin satu2nya ketidak bohongan hanya kita lakukan pada diri sendiri dan Tuhan, biarlah kebohongan itu setidaknya menjadi sebuah kejujuran yang tertunda demi sebuah harapan yang lebih baik. Untuk sementara anggap saja bohong itu indah.



tertanda

Yang lagi dibohongin dan sedang membohongin


*selamat anda baru saja sadar telah berbohong dan dibohongin*

Post a Comment