Saturday, August 22, 2009

KOSONG

Mengalir bagai tetes salju yang menitis pada dedaunan

Bermandikan mesra kelembutan sapaan mentari di pagi hari

Menyeruak dan menggetarkan kedinginan yang memeluk erat tubuhku

Adakah kalian jua mengenal siapa aku?

Adakah kalian mencumbu pada baris2 tubuhku?

Tiadalah aku lebih berarti bagimu

Meski sebatas dalam media khayalmu

Ketika keanggunan membuatmu terlena

Dan ketika keindahanku membuatmu jatuh tersungkur

Sungguh aku tak berharap menyelamatkanmu

Biarkanlah aku menjadi bait demi sebait kata dan kata

Tanpa rasa tanpa makna

Cintailah aku senada dengan irama yang ada padaku

Bukan memanifestasikan keanggunanku sebagai daya pikatku

Cintailah aku sebagai bait kata yang terucap dari hati penulisku

Yang mengisiku tanpa rasa tanpa makna

Hanya memenuhiku dengan onggokan kegundahan hatinya

Aku tak lebih dari rangkaian sampah yang indah

Yang terukir dari keterampilan cinta tangan yang kasar

Aku tercipta sebagai ungkapan rasa cinta dan penyesalan

Aku tercipta sebagai ungkapan bahagia dan kesedihan

Janganlah kalian memuja aku

Janganlah kalian menghamba padaku

Bait bait puisi yang kosong

Yang kalian anggunkan dengan imajinasi kalian

Kecantikanku tak lebih dari ilusi yang kalian ciptakan sendiri

Tempatkan aku tepat di depan dadamu

Ada jauh dibawah pelupuk matamu

Bukanlah tempatku berada diatas kalian

Melainkan aku ciptaan sesama kalian

Jangan bebankan padaku segenap cintamu

Segenap rasa indah dan anugerahmu

Biarkan aku termaknai dari setiap butir kata yang menempel di tubuhku

Tidak untuk kalian telanjangi dengan asumsi

Bahwa aku bagaikan seorang dewi

Terkutuklah kalian yang memaknaiku lebih dari aku

Terkutuklah mereka yang menelanjangiku dengan asumi asumsi fiksi

Yang memperTuhankan dan memberhalakanku sebagai cintamu

Karena aku hanyalah sampah, karena aku hanyalah kosong

Aku tercipta bukan untuk kalian puja

Aku tercipta dari kejenuhan penciptaku

Maka biarkanlah aku

Tetap kosong

Dan kosong

Post a Comment