Filosofi 4 Motif Batik Ternama dari Indonesia

Tentunya menjadi kebanggaan sendiri memiliki kain batik yang telah menjadi warisan budaya Indonesia yang mana telah terkenal sampai ke luar negri. Kain batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan erat akan sejarah. Sejarah kain batik di Indonesia sangat berkaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. 

Menurut beberapa catatan pengembangan kain batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, hingga berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Awalnya pembuatan kain batik sangat terbatas, karena teknik yang digunakan masih tradisional sehingga memerlukan waktu yang lama. 

Namun, seiring berjalannya waktu dan majunya teknologi, kini pembuatan batik bisa sangat mudah karena sudah menggunakan mesin print. Kain batik memiliki banyak macam motif, biasanya setiap daerah memiliki motif yang berbeda. Ternyata, motif batik yang digunakan pada kain batik memiliki filosofinya sendiri, berikut penjelasannya.

  • Batik Tujuh Rupa Pekalongan

Pekalongan adalah salah satu daerah yang terkenal di Indonesia sebagai daerah pengrajin batik dan pusat batik. Berbagai motif batik yang elegan banyak dihasilkan di kota Pekalongan. Batik Pekalongan yaitu Batik Pesisir yang paling kaya akan warna. Batik Pekalongan memiliki ciri khas, yaitu didominasi dengan motif tumbuh-tumbuhan dan hewan. Selain memiliki motif bunga yang cerah, ciri lain dari batik Pekalongan ini juga memiliki motif garis dan juga titik pada setiap hasil kerajinan batik tersebut. Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi pengaruh budaya luar. Secara filosofi, para pengrajin batik Pekalongan telah menempatkan hiasan keramik Tiongkok sebagai akulturasi ikatan kebudayaan leluhur yang mana di dalam lukisannya memiliki kefasihan dan kelembutan. Pemilihan ragam hias jenis tumbuhan yang sebagian besar menjadi objek utama dan banyak terdapat pada lukisan keramik Tiongkok.


  • Batik Parang Kusumo Solo

Batik Parang Kusumo Solo merupakan salah satu motif batik yang paling terkenal tersebut berasal dari Kota Solo. Batik Parang Kusumo memiliki ragam hias utama menyerupai sebuah ombak lautan. Ombak yang senantiasa menghantam tebing dan karang tanpa kenal lelah. Karena sesuai dengan analogi tersebut, Batik Parang Kusumo memiliki makna bahwa sebuah kehidupan harus dilandasi oleh perjuangan dan usaha. Perjuangan nyata guna dalam rangka untuk mencapai keharuman lahir dan batin. Bagi orang Jawa, keharuman yang dimaksud keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma yang berlaku dan sopan santun.


  • Batik Mega Mendung Cirebon



Apabila kita mendengar Kota Cirebon pasti teringat akan motif batik Mega Mendung. Motif batik yang sangat terkenal ini memiliki pola-pola awan dan menyimpan makna dan filosofi yang mendalam. Pesan nilai kesabaran terselip di balik motif Mega Mendung ini. Dalam motif Mega Mendung harus terdapat tujuh gradasi warna yang menjadi pelapis. Mega Mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Gradasi yang terdapat dalam motif Mega Mendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit. Istilah mendung diartikan dalam kehidupan manusia sebagai sifat yang sabar, tidak mudah marah.


  • Batik Tambal Yogyakarta

Motif Batik tambal yang berasal dari Kota Yogyakarta ini, sesuai dengan namanya, mempunyai arti menambal sesuatu atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Pada zaman dahulu, orang- orang percaya bahwa kain batik ini dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit. Caranya sangat mudah yaitu dengan menyelimuti orang sakit tersebut dengan menggunakan kain batik tambal.





Posting Komentar

0 Komentar