Thursday, October 28, 2010

Dunia Pelangi

Damai itu mendekatkan dan menyatukan hati, wajar ketika dalam posisi tanggap bencana tiba2 ada orang yang menyebut itu adalah azab, sementara dirinya ongkang2 di balik pernyataannya akan memicu orang lain bereaksi.

Dalam keseharian kita, kita akan selalu menemukan orang2 yang bersikap kontraproduktif terhadap hal2 yang seharusnya menjadi saat dimana kita bergandengan tangan bersama sebagai makhluk sosial.

Manusia yang sempurna adalah manusia yang terus belajar untuk memperbaiki kesalahannya, tidak ada batasan manusia sempurna dari segi kualitas kemampuannya, yang ada adalah kesempurnaan manusia berdasar keinginannya untuk terus menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Beberapa kejadian dalam waktu dekat ini memang sedikit banyak membuat saya mengelus dada, betapa sulitnya menemukan damai di hati, betapa sulitnya mendengar dan merenungi kesalahan yang mungkin dilakukannya sebagai seorang manusia biasa, no body is perfect, tapi setidaknya setiap orang mampu memilah dan memilih jalan mana yang hendak dia tempuh, bibit bobot bebet dari setiap tindakannya

Manusia adalah tempatnya lali lan luput, maka sebuah permintaan maaf yang tulus akan menjadi penyejuk hati kita dan orang lain yang terluka karena kesalahan kita, entah itu kesalahan yang kita sengaja maupun tidak, butuh kebesaran hati dan keikhlasan untuk memperbaiki diri dan menyembuhkan orang lain, bukan sekedar untuk membangun citra diri yang kadung merasa dizolimi terus menerus.

Tajamnya lidah lebih tajam dari pedang, kita bisa menggunakannya untuk membunuh atau membuatkan sarapan bagi orang lain, penggunanyalah yang akan menjadikannya pedang yang berguna atau pedang yang nista. Tidak ada pertempuran yang tidak dimulai dari lidah ini, jika dunia ini tanpa lidah tentu tidak pernah ada komando yang mengawali perang dunia, tapi tidak pula kita mendengar kata2 yang indah dan memotivasi diri kita menjadi lebih baik, kita tidak akan meresapi agungnya sumpah para pemuda puluhan tahun lalu.

Jagalah harimaumu untuk menjadikannya berguna, menghalau orang yang hendak menyakiti sesama kita, menyurutkan langkah orang yang hendak berbuat salah, jangan gunakan ia untuk menerkam orang lain. Bersyukurlah karena kita mampu berbicara dengan lidah, bersyukur karena kita berkesempatan belajar menulis dan bersosialisasi di dunia maya. Peliharalah dia dan saudara2nya karena pena dan keyboard pun tak kalah tajam dari mulut kita.

Kita terlahir dengan bantuan orang lain, dan dikuburkan dengan bantuan orang lain, tidak ada manusia yang lahir dengan kekuatannya sendiri, dan tidak ada manusia yang mengubur dirinya sendiri. Maka sudah barang tentu kita harus menjaga hubungan baik dengan orang lain, sebagai ucapan trimakasih pada orang2 yang membantu kita terlahir kedunia.

Janganlah merasa sombong pada apa yang kita miliki, tidak ada secuilpun kesuksesan kita yang kita dapat dari diri kita sendiri, Tuhan telah memberikan sebuah tim sukses bayangan yang selalu menyertai setiap doa kita menggapai kesuksesan, dulu ketika kita menghadapi ujian kelulusan, betapa besar jasa orang tua kita, guru dan teman2 yang menguatkan kita menghadapi kesulitan ujian itu, sungguh mulia orang2 yang merasa tersakiti oleh kita namun tidak pernah berfikir untuk mendoakan keburukan atas diri kita, betapa besar jasa orang2 yang kita temui sepanjang perjalanan ke tempat ujian yang membiarkan kita menyalipnya, tidak menyenggol motor kita, atau memicu keadaan sehingga kita tidak terhambat meraih kesuksesan.

Di MP saya belajar, bahwa banyak orang yang ternyata memiliki banyak perbedaan dengan saya, dan saya menyadari perbedaan tersebut tidak menjadikan orang2 yang berbeda membenci saya, sebaliknya saya belajar bagaimana mereka menjadikan perbedaan itu adalah pelangi, sebuah kepingan puzzle yang saya dapatkan cuma2 untuk menjadi nilai tambah kehidupan saya. Yah berbeda memang tak sama, tapi disanalah kita menemukan banyak keindahan. Ah, betapa bodohnya ketika dulu kerap menganggap saya merasa cukup melihat dari satu sisi saja.


Hidup yang damai adalah ketika kita mau bertoleransi terhadap sesama, saling menghormati dan menghargai, saling bersimpati dan berempati, damai bukan berarti membenarkan segalanya (putrilangit), tapi mendedikasikan yang terbaik dari kita untuk kebaikan kita semua.

Dengan kerendahan hati kiranya sudilah teman2 memaafkan sekiranya ada pernyataan, perbuataan saya baik di MP atau di dunia nyata yang kurang berkenan di hati teman2. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

-----------------------------
gambar pertama: koleksi hasil googlingan
gambar dua: copasan dari tempat mas sole
gambar tiga: design by alexandre efimov

Post a Comment