Saturday, November 14, 2009

Simphony Pagi


Pagi yang lembut...
Dimana sang kabut masih erat memeluk embun dipucuk daun

Pelupuk mata ini masih tetap tertutup....
Menunggu aroma belaian telapak tanganmu

Kicau burung pagi bermadu dengan riuhnya semburat sinar mentari yang menembus rerimbunan
Memanggilku untuk membawamu ke dalam simphony pagi ini

Berlari dan menari
Menawarkan energi pada ilalang rapuh yang kami sentuh...

Mawar itu masih terlalu malu untuk tersenyum
Namun tak sedikitpun mengurangi cantiknya ia bermandikan embun yang sejuk

Gemercik air sungai membawaku makin terhanyut dalam kemesraan pagi
Seakan tak ingin kuberanjak dari memory ini

Kudekapkan erat2 tanganmu ke dalam dadaku
Trimakasih telah menjemput pagiku dengan hadirmu


Post a Comment