Saturday, October 3, 2009

Rembulan Merah

Merah saga yang berliput kabut2 hitam
Melambai2 dalam pelukan tabir hidup manusia

Namun dimanakah kaki ini akan berpijak??
Berputar putar dalam komidi tentang cinta
Resapan keharuan tertumbuk pada kicau bintang kejora

Rembulan yang merah itu masih mengangkasa
Dan menyinari hati yang berlumur dosa
Menguraikan segenap rasa yang membeku didalam lorong2 tak bertuan

Hati yang hilang takkan kembali
Namun biarkan ia terganti oleh cahaya yang datang dari ujung dunia
Dan membawamu mengarungi luasnya keagungan Ilahi

Biarkan ia mengalir dalam aliran darahmu
Bergerak liar dan membangkitkan gairahmu pada dunia
Mencairkan separuh dari keangkuhan dan kerinduanmu
Yang semakin hilang dan terpendam

Pejamkan sejenak matamu
Dan hiruplah nafasmu dalam2
Hingga keindahan dan wangi udara memenuhi paru2mu

Biarkan layar terkembang dan sauh terangkat
Pandanglah jauh ke sudut timur
Karena kicau ufuk pagi akan segera menyapamu



Post a Comment