Tuesday, October 14, 2008

Sebuah analogi; Eneagram, Primbon dan Pikiran Manusia

Meskipun latar belakang pendidikanku adalah teknik sebenernya aku seneng banget mendalami masalah psikologi.
Entah lah mungkin karena aku tertarik untuk memahami sebab akibat, ke-aneh-an tentang siapa manusia..
Tentang otak, kehendak, mimpi dan daya cipta yang hanya diberikan Tuhan pada kita...
Aku tertarik dengan berbagai cara seseorang menemukan jalan hidupnya, keinginan pantang menyerah..
atau justru ketidakmampuannya menghadapi rintangan di depannya...keragu2an pada bayangan masa depan....
Manusia, mahluk impulsif yang kompleks dengan segala jenis masalah karena kehadirannya di muka bumi
Untuk memenuhi tantangan Tuhan demi mendapat kebahagiaan kekal nantinya...

Betapa berartinya hidup sebagai manusia..
Dan lebih berarti lagi jika kita menyadari dan menghargainya...
Terkadang orang tak mau tau dan tak berusaha menyadari hal ini..

Aku tertarik menjadi psikolog karena
Seorang psikolog selalu berusaha menyelami sisi psikologis seseorang untuk membantu menemukan dan membentuk kejiwaan seseorang
Aku ga pernah belajar psikologi secara formal, cuma mungkin karena aku tertarik dengan lingkunganku
Dulu waktu kecil aku selalu merasa aneh ketika melihat cowok2 nongkrong dan selalu bersuit2 klo ada cewe lewat..
ga peduli seberapa cantik/ancur tuh cewe tetep saja digodain...
Kenapa seseorang cenderung pendiam dan yang lain cenderung cerewet...
Kenapa seseorang harus merasa jatuh cinta sedang yang lain tidak...
Kenapa seseorang tak pernah ingin tersenyum dan yang lain berusaha tabah menghadapi musibah
Yang kusadari dibalik orang2 yang tegar menghadapi hidup dapat kurasakan kekuatan yang tak terbantahkan
Dan dibalik orang2 yang selalu berpaling aku selalu melihat labirin yang sama dan menjemukan dalam kehidupan orang itu

Tentu...
Tuhan menciptakan manusia berbeda2, bentuk, rupa, kekayaan, ras, bangsa...
Tak satupun identik satu sama lain...
Tapi selalu ada kesamaan... bahwa mereka mengakui keindahan, mengagumi kejujuran dan menghormati keadilan...
Meski tak semua terucap dari bibir dan kelakuan mereka...
Hanya ke-aku-an dan pengakuan-lah yang menunjukkan seperti apa mereka sesungguhnya...

Semakin tertarik aku pada pencarian jati diri para manusia, aku semakin tenggelam dalam hal ini
Bagiku sangat indah bisa ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, kebanggaan, kebahagiaan, kesedihan...
Mungkin memang dengan caraku berempati itulah aku tertarik pada sisi psikologis manusia...
Atau mungkin karena itulah karakterku??ingin selalu tahu??

Beberapa waktu lalu aku menemukan sebuah buku berjudul Eneagram...
Tahukah kalian eneagram?? Bentuknya mengingatkan ku pada permainan halma tapi dengan bintang bersegi 9
Tiap2 bintang mewakili satu tipe manusia; Perfeksionis, Penolong, Pengejar Prestasi, Romantis, Pengamat, Pencemas,
Pejuang, Petualang dan Pendamai... kebetulan dari studi terhadap eneagram aku tau kalo ternyata aku adalah tipe Pengamat,
seorang yang berusaha tenggelam dalam hal2 yang hanya disukainya dan kurang suka berada di keramaian...
Aku lebih merasa nyaman hanya dengan berada dalam sebuah peristiwa dimana aku tak terlibat di dalamnya...
hanya mengamati...

Itu saja...

Beberapa kebetulan yang kurasa mungkin emang disengaja oleh para pembuat eneagram dahulu kala, ternyata mampu menjerat aku
dalam doktrin2 tersebut, sama seperti kita yang mati2an mempercayai Feng Shui, Shio, Zodiak, Ramalan dan Primbon...

Sebenarnya, aku yakin bahwa mereka para pencipta analogi eneagram, primbon, shio, zodiak, tak ingin mendoktrin pemikiran orang lain
dengan penemuan mereka, Hanya saja mungkin mereka berusaha mempelajari sisi psikologis manusia dengan pendekatan2 agar lebih
mudah mengenal karakter seseorang...

Keluguan....
Atau mungkin ketololan...
Itulah yang membuat manusia percaya pada doktrin2 tersebut tidak terkecuali AKU!!!
Hanya karena sebuah eneagram aku merasa adalah seorang pengamat bukan pelaku...
Bah!!!!! padahal tahun inipun aku masih belum menyelesaikan satu pun Tugas Akhirku...
Aku tak ingin menyalahkan para pembuat eneagram, primbon, zodiak...
Aku tak ingin menimpakan setumpuk dosa pada bahu mereka karena telah membelenggu otak kiriku
Akulah yang bodoh...
Terkapar hina dalam doktrin yang mereka sendiri pun tak pernah terlintas untuk mendoktrinkannya
Hanya karena takjub pada begitu banyak kesamaan yang kujumpai aku sendiri telah memenjarakan otakku dibalik analogi itu

Aku justru melupakan pelajaran lain dari psikologi, bahwa manusia harus berani mendobrak kejemuan kerangka berfikirnya
Bahwa manusia diberi akal untuk berkembang, dan berdaya, bukan tunduk pada doktrin2 manusia lain...
Itulah kenapa dulu Tuhan tidak memberikan sebuah Primbon atau Eneagram pada Muhammad...
Karena Tuhan tahu tak satupun dari analogi itu mampu mengawal manusia berjalan ke Arsy-Nya
Hanya Al-Qur'an yang tidak akan terbantahkan oleh daya pikir manusia sampai akhir zaman

Post a Comment