Tuesday, October 14, 2008

Kritik untuk Seniman kritis penolak RUU Pornografi

Bukanlah sebuah keanehan ketika seniman berdemo untuk mengkritisi kebijakan finansial dan ekonomi dari pemerintah kita. Saya salut melihat kegigihan mereka menentang sesuatu yang berbeda dari perspektif mereka.
Dan pada akhirnya kegigihan mereka akhirnya pun di pertentangkan dengan RUU pornografi pornoaksi yang didukung oleh ormas muslim.
tentu dengan adanya demokrasi hal itu sah2 saja selama tidak saling berbuat anarkis...

Seniman dari pengertiannya adalah seorang yang mengerti, mendalami dan mengeksplorasi seni. Seni itu jelas bermacam2 bahkan sebuah fantasi pikiran pun adalah sebuah seni berpikir!!!

Bukan bermaksud menggugat eksistensi seniman dalam menuangkan rasa cintanya pada keindahan tapi saya ingin menggugah moralitas dan idealitas mereka sebagai seorang manusia...

Sebagai contoh adalah penentangan mereka terhadap RUU pornografi hanya karena mereka tidak ingin kebebasan berekspresi mereka terancam....(sebenarnya hal ini mengingatkan saya pada kelakuan wartawan2 infotainment majalah gosip yang akan segera mengadakan jumpa pers besar2an hanya karena kakinya terinjak sepatu seorang artis dan dengan lantang mengatakan KEBEBASAN PERS TERUSIK!!!!) Gila padahal sebagai wartawan gosip sudah barang tentu kerjaannya hanya mengusik kehidupan para artis...Astagfirullah!!!

Lanjut ke persoalan penolakan seniman, bahwa sebagian seniman (tidak semuanya, hanya segelintir orang yang mengatasnamakan kaum seniman) banyak berkecimpung dalam seni2 pornografi, baik diakui maupun tidak, membuat lukisan model telanjang, patung telanjang, sastra mesum, yang menyingkap tabir dibalik aurat2 para wanita.

Sebenarnya saya yakin bahwa ketika mereka mengenyam pendidikan di SD-SMP pasti sudah diajarkan bahwa hal2 seperti itu adalah haram, ndak boleh sama pemerintah apalagi agama....

Toh jiwa seni yang nakal sedikit2 ingin mencari tau ada apa dibalik mulusnya paha seorang perawan tua, menyingkap sedikit demi sedikit kain moralitas yang menutupi ke-vulgar-an dunia...

Dan akhirnya seperti hari ini iklan wanita setengah telanjang bukanlah hal yang absurb dan tak pantas diperdebatkan karena kita terbiasa melihat wanita yang terlihat begitu mulus kulitnya dari ujung kaki ke ujung rambut... hanya tersisa secarik kain untuk menutupi sedikit sisa kewanitaan yang diobralnya...

Sungguh jika kalian para seniman masih memegang moralitas, beranikah kalian melukis tubuh istri2 dan anak2 perempuan kalian lalu pajanglah di sudut teramai di kota ini...
Pastikan kalian menuliskan besar2 nama Pelukis dan wanita yang kalian lukis disana...

Bawalah lukisan itu ke sekolah2 dasar, sekolah2 menengah, sampai perguruan2 tinggi, dalam seminar2 internasional, bahwa lukisan kalian sangat bercitarasa seni tinggi, Selanjutnya bawalah ke istana presiden dan berikan sebagai kenang2an dari seorang seniman di negeri ini...

Beranikah kalian wahai para seniman???

Apakah kalian masih ragu untuk mempertimbangkan arti nilai moralitas dan edukasi untuk bangsa ini yang harus kalian gadaikan demi sebuah hal yang kalian sebut "Seni bercitarasa Tinggi"???

Tolaklah RUU pornografi jika kalian melihat hal absurb di dalamnya, lalu berikanlah masukan seperti apa definisi pornografi dan pornoaksi yang tidak melukai moralitas bangsa ini dan tidak pula mengekang daya kreatifitas kalian, bukan hanya menentang karena tak ingin kehilangan kebebasan mengumbar nafsu dunia

Post a Comment